Dengan biaya akuisisi $4.5 billion, sekelompok konglomerat terbesar dibidang teknologi mendirikan konsorsium Rockstar untuk membeli 4.000 hak paten dari perusahaan Nortel Networks yang sudah gulung tikar

Hak paten atau hak kekayaan intelektual merupakan salah satu topik yang sangat panas didunia teknologi dalam waktu satu tahun belakangan ini di Amerika.  Coba bayangkan Apple bisa memblokir penjualan perangkat buatan Samsung Galaxy Tablets di Australia dan di Eropah dengan semena-mena diawal tahun ini.  Contoh lain, Microsoft mengharuskan perusahaan Taiwan HTC dan Korea Selatan Samsung membayar $10 per ponsel yang memakai sistem operasi Android.  Yang luar biasa panasnya minggu ini adalah Yahoo yang ingin menguras kantong Facebook karena diketahui kalau raja jaringan sosial ini memakai beberapa hak paten Yahoo tanpa meminta ijin dan membayar ongkos hak cipta.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) hari ini memberikan lampu hijau kepada konsorsium Rockstar yang didirikan oleh sekelompok konglomerat dibidang teknologi termasuk Microsoft, Apple, Research In Motion (pembuat BlackBerry) , Ericsson dan Sony, untuk mengambil alih 4.000 hak kekayaan intelektual yang dulunya dimiliki oleh perusahaan raksasa yang berbasis di Kanada Nortel Networks.  Akibat resesi ekonomi, perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun ini mengajukan dokumen untuk gulung tikar pada Januari 2009.  Ke 4.000 hak paten ini meliputi telekomunikasi, jaringan Internet, teknologi nirkabel, dan optik.  Harganya tidak murah, konsorsium Rockstar akan membayar biaya akuisisi $4.5 billion atau sekitar $1 juta per hak paten.  Untuk segera bisa balik modal, konsorsium ini menyebarkan press yang seolah-olah mengancam perusahaan yang saat ini memanfaatkan hak paten mereka tetapi masih belum bersedia membayar biaya lisensi.

Yang paling sakit hati dengan akuisisi yang dilakukan oleh konsorsium Rockstar adalah Google.  Mesin pencari terbesar didunia ini kalah lelang pada musim panas 2011 untuk membeli hak paten dari Nortel karena harga yang mau dibayar Google terpaut sekitar $1 billion dari harga tertinggi.  Otomatis, pemilik saham Nortel yang sudah gulung tikar ini lebih setuju menjual hak paten kepada konsorsium Rockstar.   Karena tidak ada jalan lain maka Google akhirnya mengeluarkan uang lebih banyak, tapi tidak apalah buat Google karena perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley ini mempunyai uang kontan yang sangat banyak, maka Google bersedia membayar $12.5 billion untuk biaya akuisisi Motorola yang juga terkenal memiliki puluhan ribu hak paten yang meliputi telekomunikasi dan teknologi nirkabel.

(Image: Rockstar Consortium)

About these ads

Trackbacks

  1. […] Untuk mengelola kekayaan intelektual dengan baik, yang mana juga merupakan proses yang makan waktu, membutuhkan biaya yang sangat besar dan tenaga ahli yang handal. Perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft, […]

  2. […] Tim hukum dari perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia memang patut diacungkan jempol. Ketika perangkat seluler (ponsel pintar dan smartphone) yang dijalankan dengan system operasi Google Android terus meraup pangsa pasar di Amerika dan di seluruh dunia, Microsoft tenang-tenang saja mencetak banyak uang dari setiap penjualan perangkat yang dibuat oleh perusahaan Samsung, HTC, LG, Lenovo, dan lain sebagainya. Berkat kerja keras negosiator ulung yang dimiliki oleh tim hukum, Microsoft menerima sekitar $10 sampai $20 per unit dalam bentuk lisensi paten yang sudah ditandatangani dengan pabrik perangkat beberapa tahun terakhir ini. Atas nasehat tim hukum, Microsoft berani membayar harga mahal untuk mengakuisisi hak paten dari perusahaan yang sudah bangkrut seperti Nortel. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s