Perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika mendesak Senat untuk mengesahkan undang-undang imigrasi yang memperbolehkan perusahaan menambah pekerja asing yang sangat terampil dengan menggunakan H-1B visa dan mempermudah pekerja asing untuk mendapatkan status “green card” atau kartu penduduk tetap

Minggu pertama bulan April adalah minggu yang paling penting untuk pekerja asing yang bekerja secara sah di perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika. Inilah minggu dimana para pekerja asing yang sangat terampil memajukan permohonan ijin tinggal dibawah naungan H-1B visa.  Kebanyakan tenaga asing yang sangat terampil dengan latar belakang dibidang teknik dan matematika berasal dari negara China dan India and negara Eropah lainnya.  Minggu ini juga para ahli hukum imigrasi dan ahli hukum perusahaan sangat sibuk mengurus surat-surat untuk petisi karyawan baru maupun karyawan yang mesti memperpanjang ijin tinggal mereka.  Bagi pekerja asing yang menggunakan H-1B visa untuk pertama kalinya, setiap pemohon dan keluarganya akan menerima kebebasan untuk tinggal selama tiga tahun di Amerika selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan dan boleh diperpanjang lagi tiga tahun kemudian, sampai mendapatkan status “green card” (kartu hijau) atau kartu penduduk tetap.  Setiap tahun jumlah H-1B visa untuk pemohon baru disediakan sejumlah 65.000 petisi oleh pemerintah Amerika.  Akan tetapi untuk pekerja dengan gelar Master atau Doctor diberi tambahan 20.000 petisi.

Karena perkembangan perusahaan teknologi semakin pesat di Amerika, banyak perusahaan besar maupun startups bersaing ketat memperebutkan pekerja yang sangat terampil sebagai programmer, database, ahli rancang website, ecommerce, dan lain sebagainya.  Karena kekurangan tenaga ahli warga negara Amerika, maka perusahaan teknologi membawa pekerja asing dari luar negeri untuk bekerja di Amerika.  Mengingat petisi H-1B visa yang disediakan oleh pemerintah Amerika hanya berjumlah 65.000 petisi dan akan terpakai habis sebelum musim panas ini berakhir, maka banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba merekrut bibit-bibit hebat dari luar negeri secepatnya.

Malah tidak kalah gesitnya, awal minggu ini ahli hukum yang sangat tinggi pangkatnya dan sangat terkenal dari perusahaan perangkat lunak Microsoft Brad Smith meminta Senat Amerika segera mengesahkan rancangan undang-undang imigrasi bertema “Fairness for High-Skilled Immigrants Act” (“Undang-undang imigrasi untuk keadilan bagi pekerja yang sangat terampil”) yang sudah diluluskan oleh Kongres Amerika bulan Nopember tahun lalu.  Rancangan undang-undang itu akan memberikan kebebasan kepada semua pemohon untuk memperoleh “green card” atau kartu penduduk tetap, tanpa harus melalui penyaringan berdasarkan negara asal mereka.  Yang banyak terlibat dengan kasus quota ini adalah pekerja asing dari negara China dan India.   Selain itu rancangan undang-undang yang saat ini tersendat di Senat Amerika tsb. bisa dipakai untuk membantu negara Amerika membuka kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus dari universitas-universitas terkemuka untuk tetap tinggal di Amerika dan berkarya maupun berwirausaha untuk kemajuan teknologi di negara adikuasa ini.

(Image: America’s Green Card via Wikipedia)

About these ads

Trackbacks

  1. […] Selama dua dekade terakhir, ekonomi Amerika semakin tergantung dengan kemajuan inovasi teknologi, sehingga kebutuhan tenaga kerja di industri teknologi juga berkembang pesat. Pertumbuhan perusahaan teknologi terancam karena tenaga ahli komputer sangat minimal, sedangkan pemerintah Amerika masih belum berhasil meloloskan undang-undang imigrasi untuk memperbanyak pekerja terampil dari luar negeri. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s