Industri nirkabel dan operator telepon di Amerika sepakat menciptakan database nasional untuk memberantas maling dan perampok ponsel dan melindungi data penting dari pemakai

Di kota-kota besar di Amerika, termasuk New York City, Chicago dan Los Angeles, polisi setempat menerima lebih dari 60 persen laporan barang hilang setiap hari berkisar hilangnya ponsel.  Sedangkan menurut data dari Komisi Komunikasi Federal (FCC), 40 persen perampokan di kota-kota besar menyangkut pencurian ponsel.  Maling dan perampok sangat pandai dan mereka hanya mengincar perangkat mahal seperti telepon pintar (smartphone) merek terkenal seperti Apple iPhone, Samsung Galaxy, dan tablet komputer. Tidak heran belakangan ini semakin menjamurnya pelayanan asuransi ponsel di Amerika melalui pemain kecil di Internet maupun operator kelas kakap seperti AT&T.  Biaya asuransi per bulan rata-rata $5 sampai $7 per ponsel.  Perusahaan asuransi maupun operator menerapkan ongkos sekitar $150 untuk biaya menebus ponsel yang hilang dan diganti yang baru (kadangkala bekas “refurbished” yang sudah dipakai pelanggan yang tidak puas).  Harga telepon pintar gres biasanya $600, sedangkan yang bekas paling murah masih separuhnya.  Boleh dibilang maling satu biji ponsel bisa dibuat ongkos hidup selama seminggu lebih di Amerika. 

Untuk memberantas maling dan perampok ponsel dan melindungi data konsumen, minggu ini badan penegak hukum tertinggi di Amerika (FBI) dan industri nirkabel dan operator telepon sepakat menciptakan database nasional.  Dengan bantuan database ini, diharapkan bisa menghadang pencurian ponsel karena setelah dicuri perangkat itu tidak bisa diaktifkan dan tidak ada nilai jual lagi.  Begitu ponsel dilaporkan hilang, sistem baru ini akan melarang semua operator telepon untuk mengaktifkan ponsel tsb di jaringan operator secara nasional. Demikian juga, database ini bisa membantu polisi untuk melacak pencuri, apalagi kalau mereka mencoba menjual ke pemakai baru. 

Dalam waktu dekat setiap operator telepon termasuk AT&T, Verizon, Sprint, T-Mobile, dan lain sebagainya, segera menyiapkan database yang mampu mengidentifikasi setiap perangkat yang kemudian bisa dilacak dengan memakai nomer unik.  Setelah itu asosiasi perdagangan nirkabel dibawah naungan CTIA (the Wireless Association) akan menyatukan semua database supaya bisa diakses oleh operator lainnya dan oleh badan penegak hukum setempat di seluruh Amerika.  Mulai 31 Oktober, 2012, database untuk operator sinyal GSM sudah bisa dipakai untuk melacak semua ponsel di Amerika.  Sedangkan database untuk jenis telepon yang memakai sinyal 4G LTE, baru bisa dioperasikan 30 Nopember, 2013. Pada waktu bersamaan CTIA juga akan bermitra dengan operator luar negeri untuk melindungi ponsel yang dicuri di Amerika dan diharapkan tidak bisa diaktifkan di negara lain.  Jadi berhati-hati lah kalau kepingin membeli barang mewah bekas di black market tetapi tidak tahu siapa pemilik sebelumnya. 

Asosiasi perdagangan nirkabel juga menetapkan batas waktu sampai tanggal 30 April, 2013 untuk semua pembuat telepon pintar memasang fitur yang mampu mengamankan ataupun mengunci setiap telepon dengan password.  Sistem yang bersifat standar ini sudah disepakati oleh CTIA untuk bisa diterapkan oleh semua pabrik maupun perakit telepon.  Fitur ini mempunyai kemampuan untuk mengunci, menghapus data, dan menjamin data penting di ponsel supaya tidak bisa di akses secara paksa kalau tidak menggunakan password dari pemilik sesungguhnya.

Para ahli telepon merasa masih banyak kelemahan dengan sistem database nasional dan fitur yang mampu mengunci ponsel terutama untuk jenis telepon yang hanya bisa menangkap sinyal GSM.  Maling ponsel memiliki banyak alat-alat canggih yang mampu merubah nomer unik dan kartu SIM ponsel yang dicuri dan masih bisa mengelabuhi database nasional.  Untuk menciptakan sistem yang lebih inovatif, bahkan saat ini pabrik telepon dan penegak hukum sedang membicarakan kalau telepon masa depan perlu di pasang nomer khusus ibarat nomer identifikasi kendaraan (semacam Surat Tanda Nomer Kendaraan/STNK).  Akan tetapi sebelum dicariin kelemahannya terus oleh para pengkritik, pada hakekatnya CTIA ingin menghambat semangat pencuri dan perampok ponsel.  CTIA berjanji mulai 30 Juni 2012, asosiasi perdagangan nirkabel ini akan menerbitkan langkah-langkah penting, informasi mengenai implementasi database nasional, dan metode-metode baru yang terus-menerus bisa melindungi pemakai telepon genggam dimanapun mereka berada. 

(Images: left, Apple iPhone; right, CTIA logo)

About these ads

Trackbacks

  1. [...] polisi dari kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, Washington DC, semua operator ponsel sepakat membangun satu database untuk melindungi pemilik telepon genggam. Kesepakatan ini terjalin sejak awal bulan April 2012 [...]

  2. […] nirkabel dan operator telepon di Amerika, termasuk AT&T, Verizon Wireless, Sprint dan T-Mobile, sepakat untuk menciptakan database nasional. Database ini dipakai untuk menjaring telepon curian dan […]

  3. […] Lembaga Telekomunikasi milik pemerintah Amerika (FCC) dan kepala polisi dari kota-kota besar sudah sepakat untuk merancang database yang bisa dipakai untuk membantu mencegah pencurian ponsel pintar dan dapat […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s