Akibat pangsa pasar terus merosot dan nilai saham anjlok lebih dari 75 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, pembuat telepon pintar BlackBerry sedang mempertimbangkan pilihan strategis termasuk mencari perusahaan yang mau mengambilalih dan menjual portfolio hak paten, kenapa dilirik oleh Microsoft dan Samsung?

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga itulah yang di alami oleh pembuat telepon pintar BlackBerry hari-hari belakangan ini.  Pangsa pasar sistem operasi yang diciptakan oleh perusahaan Research In Motion Ltd. (RIM) yang berbasis di kota Waterloo, Kanada, terus merosot di Amerika dan hanya meraih 13.4 persen pasar pada akhir bulan Februari ini.   Pada saat bersamaan terjadi penggantian kepemimpinan didalam tubuh RIM, dari Direktur Utama sampai dewan direksi pada awal tahun ini.  Nilai saham perusahaan ini juga anjlok sejak mencapai harga tertinggi $57 per saham 52 minggu yang lalu, dibandingkan nilai saham pada penutupan hari ini hanya berkisar $14 per saham atau terjadi kemerosotan lebih dari 75 persen.  Sudah lima kuartal berturut-turut perusahaan ini mengalami kerugian akibat banyak pengguna telepon genggam semakin menjauh dari BlackBerry dan menggantinya dengan Apple iPhone dan Samsung Galaxy.

Hari ini muncullah sebuah laporan dari Bloomberg News yang bersifat spekulasi karena belum diiyahkan ataupun disangkal oleh perusahaan pembuat BlackBerry.  Dalam laporan ini, perusahaan RIM sedang mempertimbangkan pilihan strategis untuk mengkaryakan penasihat keuangan dari Kanada dan luar negeri.  Untuk pakar yang mengerti pasar jual-beli Wall Street, ini berarti ada isyarat bahwa RIM membuka opsi untuk menjual perusahaannya.  Tindakan semacam ini tidak terlalu mengejutkan pasar saham, malah setelah penutupan pasar hari Senin ini harga saham RIM hanya naik sedikit.  Lagipula sejak perubahan kepemimpinan dengan mengangkat Direktur Utama yang baru, RIM membuka peluang bisnis baru untuk menjalankan beberapa opsi supaya perusahaan ini bisa kembali jaya seperti sediakala, antara lain menjual lisensi sistem operasi dan menjalin kemitraan dengan pabrik hanset lainnya, maupun membentuk usaha patungan sambil memanfaatkan portfolio hak paten yang dimilikinya.

Kenapa BlackBerry dilirik oleh Microsoft dan Samsung? Perusahaan perangkat lunak Microsoft sebenarnya sudah kepingin membeli perusahaan pembuat BlackBerry dua tahun yang lalu karena majoritas pemakai BlackBerry adalah perusahaan-perusahaan besar di Amerika karena kehebatan sekuritas sistem operasi ini.  Microsoft ingin menggabungkan sistem operasi BlackBerry dengan perangkat lunak yang populer untuk perkantoran seperti “Office” supaya perusahaan-perusahaan besar di Amerika bisa meneken kontrak untuk membayar lisensi jangka panjang.  Akan tetapi keinginan tsb pudar sejak Microsoft meluncurkan sistem operasi Windows Phone yang dikembangkan sendiri dan Microsoft memutuskan untuk bermitra dengan Nokia pembuat handset terbesar di Eropah.  Microsoft juga agak grogi menulis cek yang jumlahnya besar pada saat Amerika masih sedang dihantam resesi ekonomi karena nilai akuisisi perusahaan RIM mencapai lebih dari $20 milyar dua tahun lalu.  Seandainya Microsoft masih kepingin membeli RIM hari ini, pakar teknologi yakin Microsoft hanya membeli aset yang paling berharga dari RIM yaitu portfolio hak paten.

Kenapa Samsung? Perusahaan pembuat gadget terbesar didunia yang berbasis di Korea Selatan ini ingin sekali memperluas pasar telepon pintar dan komputer tablet terutama melayani pelanggan dari perusahaan-perusahaan besar di Amerika.  Hampir semua perangkat yang dibuat oleh Samsung mengandalkan sistem operasi Android yang diciptakan oleh mesin pencari Google.  Akan tetapi Google baru-baru ini mengakuisisi Motorola yang mana sedang dipersiapkan oleh mesin pencari ini sebagai pabrik pembuat handset masa depan.  Jadi ada kemungkinan kemitraan antara Samsung dan Google bisa berubah menjadi musuh dikemudian hari.  Oleh sebab itulah, Samsung juga ingin memiliki sistem operasi sendiri, kayaknya BlackBerry merupakan opsi yang bagus.  Disamping itu, Samsung sudah sangat lelah dan terus membayar ongkos mahal kepada ahli hukum untuk membela perusahaan Korea Selatan ini di persidangan dunia karena persoalan hak paten yang belum ada titik terang.  Saat ini Samsung masih ditekan oleh perusahaan Apple dan perusahaan teknologi lainnya yang menuntut Samsung dalam kasus hak paten di Eropah, Australia maupun di Amerika.   Dengan mengakuisi RIM, Samsung akan memiliki portfolio hak paten yang sangat kuat dibidang telepon pintar, network, nirkabel, messenger, yang mana hak paten ini bisa dipakai untuk menantang para penggugat, sehingga semua pelaku akan mencari jalan damai diluar persidangan.

(Images: top, BlackBerry, right, Microsoft logo & Samsung logo)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s