Apple membangun pusat data sebesar 160 lapangan sepakbola dengan nilai investasi sebesar $250 juta dan mendapatkan pembebasan pajak properti dari pemerintah daerah, sambil menghemat biaya listrik dengan memanfaatkan tenaga air dari sungai Columbia di negara bagian Oregon

Untuk meningkatan kapasitas penyimpanan dan melayani pelanggan Apple iCloud yang semakin hari semakin membludak untuk menyimpan foto, dokumen, musik dan film, perusahaan gadget terbesar didunia setuju untuk membangun pusat data sebesar 160 lapangan sepakbola di pantai barat Amerika minggu ini dengan nilai investasi sebesar $250 juta. Sejak peluncuran iCloud akhir tahun lalu Apple sudah menggunakan pusat data yang terletak di pantai timur Amerika di negara bagian North Carolina yang besarnya sekitar 100 lapangan sepakbola.  Minggu ini pemerintaan lokal di kota Prineville, kabupaten Crook County, negara bagian Oregon, dan perusahaan Apple menanda tangani kontrak jangka panjang yang mana Apple akan diberi keringanan dengan pembebasan pajak properti selama 15 tahun.  Syarat untuk Apple sangat mudah, perusahaan yang berbasis di Silicon Valley ini setuju untuk membayar pemerintah daerah sebesar $150 ribu setahun untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur lokal.

Apple mengikuti jejak perusahaan jejaring sosial Facebook yang sudah membuka pusat data di kota Prineville dan sudah mulai beroperasi sejak tahun lalu yang memanfaatkan tenaga air dari sungai Columbia di negara bagian Oregon.  Tidak jauh dari pusat data Apple ini terletak juga pusat data dari perusahaan Internet lainnya termasuk Amazon.com dan Google.  Dengan menyadur suratkabar lokal, Associated Press melaporkan bahwa dalam perjanjian dengan kota Prineville, Apple bersedia mengangkat 35 karyawan yang akan ditempatkan di pusat data ini.  Upah karyawan baru akan dinaikkan 150 persen dan melebihi  upah rata-rata di kabupaten itu. Perusahaan Apple sudah membayar sekitar $5.6 juta untuk biaya pembebasan tanah awal tahun ini.  Pusat data milik Apple yang akan dibangun ini tidak tanggung-tanggung besarnya, kalau di bandingkan tempat hiburan di California, pusat data Apple ini ibarat dua kali besarnya Disneyland.

Untuk meenghemat biaya listrik, banyak perusahaan besar di Amerika mengandalkan energi hijau alias energi yang bisa diperbaharui.  Proyek energi hijau dengan memanfaatkan tenaga air dari sungai dan tenaga matahari menjadi incaran untuk pembangunan pusat data dari perusahaan teknologi di Amerika.   Sebagian besar tenaga listrik di pusat data milik Apple yang terletak di negara bagian North Carolina memakai tenaga surya.  Sedangkan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Yahoo, Dell Computer, membangun pusat data mereka dengan memanfaatkan tenaga air sungai yang terletak di sebelah utara sungai Columbia di negara bagian Washington.

(Images: top left, Apple iCloud; bottom photo, Facebook Data Center in Prineville, Oregon)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s