Ada beberapa Direktur Utama perusahaan besar yang benar-benar layak di pecat sejak lama, apakah majalah Forbes pantas menilai bahwa petinggi Microsoft Steve Ballmer benar-benar yang terburuk di Amerika?

Di dunia teknologi masih dipenuhi dengan berita dan analisa tentang pemecatan petinggi dari pelopor mesin pencari Yahoo!.  Bekas Dirut Scott Thompson di lengser pada tanggal 13 Mei kemarin disebabkan dia memasang gelar insinyur ilmu komputer yang dia tidak pernah menerimanya dari universitas di dekat kota Boston.  Thompson seolah-olah tidak tahu kalau perusahaan perekrutan terlanjur memasang gelar sarjana insinyur di biodatanya dan baru-baru ini gelar “aspal” tersebut ditemukan oleh sekelompok pemegang saham terbesar yang tidak senang atas pengangkatannya pada awal tahun 2012 lalu.  Sebelum berita tentang pemecatan Thompson surut di media massa, Forbes kembali menggoncangkan dunia teknologi dengan sebuah artikel yang di tulis oleh Adam Hartung seorang konsultan bisnis yang juga suka menyumbang pola pemikirannya di majalah Forbes.

Majalah Forbes tak segan-segan menempatkan Dirut Microsoft Steve Ballmer sebagai CEO di peringkat atas yang seharusnya dipecat sejak lama.  Selain Ballmer, di dalam daftar Forbes tersebut dicantumkan 5 CEO yang benar-benar layak di pecat sejak lama termasuk CEO dari Cisco, GE, WalMart, dan Sears.  Untuk mempersingkat ulasan, kami hanya membahas keberadaan Ballmer.  Memang sangat mudah untuk menjatuhkan Ballmer sebagai CEO Microsoft.  Harga saham perusahaan perangkat lunak ini tidak pernah naik drastis tetapi malah turun terus dan paling tinggi menginjak nilai $30-an sejak perusahaan dikendalikan oleh Ballmer sepuluh tahun lalu.  Nilai saham Microsoft (MSFT) hari ini masih separuhnya dari nilai tertinggi yang pernah di raih.  Teman baik Bill Gates ini juga menganggap remeh peluang bisnis tablet dan telepon pintar (smartphone) pada pertengahan tahun 2000-an dimana Apple sebagai musuh didalam selimut terus meraup untung besar.  Produk-produk yang sangat menguntungkan termasuk telepon pintar dan tablet sudah diperkenalkan oleh divisi riset di Microsoft sejak awal tahun 2000-an tetapi proyek-proyek tsb di biarkan oleh Ballmer terbelangkai begitu saja tanpa dikomersialkan, sehingga mengorbankan kemitraan Microsoft dengan perusahaan perakit dan pembuat perangkat seperti Dell dan Hewlett Packard.  Bahkan tahun lalu tambah korban baru yaitu perusahaan Nokia si pembuat telepon pintar. Peluncuran sistem operasi Windows Vista sebagai pengganti XP terus-menerus tertunda, dan akhirnya banyak pelanggan yang sudah terbiasa memakai sistem operasi XP tidak bersedia upgrade.  Belum lagi peluncuran mesin pencari Bing untuk menantang Google pada tahun 2009 yang terus menerus menyedot dana perusahaan dan terbakar sebanyak $2,5 miliar setiap tahun.

Apakah pantas menilai Steve Ballmer sebagai CEO yang terburuk di Amerika? Sepertinya Forbes lupa mengakui keberhasilan Microsoft selama dibawah kepemimpinan Ballmer, termasuk munculnya bisnis video gaming Xbox console dan Kinect remote yang mengandalkan gerakan tubuh, dimana perangkat gaming ini meraup untung sangat besar dan menguasai setiap sisi ruang tamu di Amerika dan bahkan di seluruh dunia.  Saat ini platform Xbox boleh dibilang menempati posisi tertinggi untuk hiburan keluarga dan menonton TV online.  Sejak peluncuran sistem operasi Windows 7 pada bulan Oktober 2009, divisi Windows meraup untung besar karena banyak pembeli desktop dan laptop menggunakan OS ini untuk perangkat baru mereka.  Demikian juga keberhasilan Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, Outlook) yang masih terus dipakai di setiap perkantoran di seluruh dunia.  Tidak lepas dari itu, peluncuran SQL Server dan Windows Server selama kepemimpian Ballmer yang mana sistem operasi ini menguasai dunia perdagangan online dan dunia website karena OS ini lebih handal dan mempunyai sekuritas lebih baik dari Linux. Tahun 2012 adalah tahun terobosan untuk Microsoft dan juga untuk Ballmer karena sebentar lagi akan diluncurkan sistem operasi Windows 8 yang bisa dipakai untuk menjalankan desktop, laptop, tablet, dan telepon genggam, dimana sistem ini juga akan didukung oleh Windows Azure Cloud (sistem awan).  Jadi pengguna Windows 8 tidak perlu bingung dengan konversi, karena semua perangkat cukup dijalankan dengan satu sistem operasi.

(Image: Steve Ballmer, Xbox Kinect Avatar, Microsoft)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s