Majikan Amerika meminta H-1B visa untuk pekerja imigran melebihi jumlah kuota yang dikeluarkan setiap tahun, terutama dibidang teknologi informasi, konsultasi, dan manufaktur elektronik

Walaupun ekonomi Amerika berfluktuasi dengan siklus ibarat bola bumi yang berputar ke posisi bawah akibat resesi yang berkepanjangan, kebutuhan pekerja terampil di dunia teknologi tidak kunjung surut di Amerika.   Majikan Amerika masih kewalahan mencari pegawai terutama dibidang teknologi informasi, konsultasi, dan manufaktur elektronik.  Permintaan H-1B visa untuk pekerja imigran selama satu dekade terakhir masih melebihi jumlah visa yang boleh dikeluarkan oleh pemerintah Amerika.  Setiap tahun pemerintah Amerika hanya mengeluarkan 65.000 H-1B visa untuk umum yang mana sudah melampaui batas sejak awal bulan Juni lalu.  Sedangkan pemerintah juga mengalokasikan 20.000 visa yang dikhususkan untuk pelamar yang sudah menerima gelar Master atau Doktor dari universitas di Amerika.

Menurut hasil riset dari brookings.edu, perusahaan ukuran besar di Amerika meminta H-1B visa paling banyak diantara semua jenis usaha.   Hampir dua pertiga dari permintaan H-1B visa untuk pekerja imigran berhubungan dengan jenis usaha yang membutuhkan tenaga dibidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.  Dari data pendaftaran H-1B visa pada tahun 2010-2011 yang jumlahnya mencapai 325.522 pelamar, ada 152.350 jabatan berhubungan dengan bidang komputer.  Sedangkan pada tahun yang sama hanya sepuluh persen permintaan H-1B visa berasal dari universitas dan lembaga penelitian yang mana kedua lembaga ini tidak dibatasi jumlah visa yang disediakan setiap tahun.

Dari data tahun 2010-2011, 80 persen majikan yang mendaftarkan H-1B visa untuk pekerja imigran berkantor pusat di Amerika Serikat.  Sisanya 20 persen berlokasi di mancanegara.  Proporsi pelamar yang paling besar berasal dari India, contohnya perusahaan Tata yang menyediakan layanan konsultasi mendaftarkan 3.179 pekerja.

Di Amerika, Microsoft adalah perusahaan ditingkat teratas yang meminta H1-B visa untuk pekerja imigran.  Perusahaan perangkat lunak terbesar didunia yang bermarkas dekat kota Seattle ini mendaftarkan 4.109 pekerja pada tahun 2010 dan 2011.   Perusahaan teknologi besar yang masuk top-20 besar termasuk perusahaan teknologi di Silicon Valley antara lain Intel, Oracle dan Google.  Kota metropolitan yang paling banyak meminta H-1B visa untuk pekerja imigran termasuk New York City, Los Angeles, San Francisco & San Jose (Silicon Valley), Washington D.C., Chicago, dan Boston.

(Image: H1-B Demand Statistics by brookings.edu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s