Lore: platform untuk dunia pendidikan yang memungkinkan guru dan murid berkomunikasi seperti jaringan sosial

Penggunaan jejaring sosial seperti Facebook dan LinkedIn semakin merasuk ke dalam tubuh generasi jaman sekarang, termasuk berbagi infomasi, foto, musik, menemukan berita terkini, menonton video, maupun mencari pekerjaan. Cara kerja jejaring sosial memberikan ide kepada sebuah perusahaan startup bernama Lore yang ingin juga meniru Facebook dan menyediakan komunitas yang sama untuk perguruan tinggi. Perbedaan dari sekian banyaknya jejaring sosial, Lore adalah tempat yang menampilkan aktivitas akademis pengguna. Kalau LinkedIn menampilkan riwayat pekerjaan pengguna (biasanya setelah tamat sekolah). Sedangkan Facebook menampilkan kehidupan sosial sehari-hari dan riwayat hidup dari pengguna.

Pada saat diluncurkan bulan November 2011 lalu, startup ini dikenal dengan nama sebagai Coursekit. Kemudian setelah menerima suntikan dana dari beberapa investor besar dari Silicon Valley, startup ini berubah nama menjadi Lore yang artinya “pengetahuan.” Pendanaan awal sudah dikumpulkan lebih dari $6 juta. Salah satunya berasal dari Peter Thiel dari kelompok Founders Fund, yang juga dikenal sebagai pendiri PayPal dan investor awal Facebook.

Keunikan Lore dibandingkan penyedia lainnya adalah sebagai alat penunjang pendidikan yang menggunakan peralatan yang tersedia secara online dan peralatan tsb digunakan untuk menyambung dialog antara mahasiswa dan dosen dalam satu komunitas dirancang dengan baik dan mudah digunakan. Lore memiliki desain sederhana dan situs ini bersifat seperti jaringan sosial yang memungkinkan terciptanya komunikasi yang kasual antara pengajar dan pelajar. Keunggulan Lore lainnya yaitu menciptakan hubungan yang terarah antar teman sekelas, teman-teman yang masih di perguruan tinggi yang sama, dan antar dosen, yang selama ini belum tersedia secara khusus oleh jaringan sosial lainnya yang berbau suasana pendidikan. Lore mendukung umpan balik antara instruktur dan siswa. Dosen yang menyiapkan kelas, membuat jadwal dan menyiapkan bahan belajar. Sedangkan pelajar dengan leluasa berinteraksi dengan teman-teman satu kelas, mencari dan berbagi informasi untuk menunjang kelas, dan menyelesaikan pekerjaan rumah dan tugas kelompok.

Hari ini Lore sudah digunakan untuk menunjang pola pengajaran di kelas-kelas yang tersebar di lebih dari 600 perguruan tinggi di seluruh dunia, termasuk Harvard, Stanford, dan lainnya. Pesaing terdekat untuk layanan dunia pendidikan ini adalah perusahaan Blackboard yang cukup popular saat ini.

Minggu lalu Lore meluncurkan “Lore For Students” dan membiarkan siswa bergabung sendiri tanpa menunggu undangan dari instruktur mereka. Memang sebelumnya Lore hanya mengijinkan dosen yang memberi lampu hijau sebelum siswa bisa bergabung. Seperti cara kerja Facebook dan LinkedIn, mulai sekarang siswa diperbolehkan membangun identitas mereka dan menjalin hubungan dengan komunitas akademis mereka secara online.

(Screenshot: Lore)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s