Laporan dari konferensi TechCrunch Disrupt di kota San Francisco: CEO Facebook Zuckerberg kecewa dengan harga saham perusahaan yang dia pimpin, tetapi melihat masa depan penggunaan ponsel berdampak positif bagi jaringan sosial terbesar didunia

Begitu CEO Facebook Mark Zuckerberg duduk di kursi sofa hitam di atas panggung konferensi TechCrunch Disrupt di kota San Francisco pada hari kedua konferensi yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 12 September, pendiri konferensi ini Michael Arrington langsung menghantam Zuckerberg dengan beberapa pertanyaan besar dalam wawancara penting ini. Michael Arrington memang terkenal suka melontarkan pertanyaan yang cukup tajam dan kadangkala cukup pedas. Malah Zuckerberg belum sempat menjawab, Michael Arrington tidak membuang waktu, langsung memotong dan mengatakan bahwa harga saham Facebook menderita penurunan tajam sejak IPO yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei lalu. Reaksi Zuckerberg memang menunjukkan kekecewaan besar terhadap harga saham perusahaan yang dia pimpin saat ini, tetapi dia ingin menenangkan investor dan karyawannya bahwa mereka tidak perlu segera menjual saham mereka. Zuckerberg percaya potensial melayani pengguna ponsel merupakan fundamental bagi perkembangan perusahaan ini dalam tiga sampai lima tahun ke depan.

Zuckerberg menyatakan semakin banyak pengguna ponsel yang melakukan aktivitas di Facebook hari ini dibandingkan awal tahun ini ketika jaringan sosial ini sedang menyiapkan diri untuk menjadi perusahaan terbuka. Menurut Zuckerberg pengguna ponsel lebih suka terlibat dengan aktivitas dan lebih sering akses jaringan sosial setiap hari dibandingkan pengguna yang mengakses dari komputer jenis laptop dan desktop. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ponsel, Zuckerberg percaya jaringan sosial Facebook akan menambah pemasukkan dengan menjual ruang untuk pemasangan iklan. Zuckerberg melihat ponsel ibarat pengganti TV, dimana Facebook memiliki potential besar untuk mengintegrasikan iklan kedalam ponsel untuk menghasilkan uang lebih banyak dari pengguna yang lebih sering akses jaringan sosial ini setiap hari.

Sepintas lalu dari wawancara siang hari ini, Zuckerberg betul-betul melakukan pekerjaan sebagai CEO yang ingin menyenangkan hati pemegang saham yang sudah menderita kerugian jutaan dollar sejak perusahaannya menjadi publik.  Disisi lain, dia ingin juga membangkitkan moral karyawan perusahaannya, dimana banyak karyawan yang semestinya sudah menjadi jutawan malah sekarang menyaksikan kekayaan mereka tinggal separuh.  Zuckerberg sendiri juga kehilangan lebih dari 10 miliar dollar sejak dia mulai menjual saham perusahaannya di pasar Wall Street.  Setelah menelan pil pahit selama beberapa bulan terakhir ini, Zuckerberg mulai sadar dan hasil wawancara siang ini seolah-olah dia peduli dengan pemegang saham.  Tidak heran kata-kata manis yang membangun dan memberi semangat baru untuk pemegang saham dan karyawan selama 40 menit di atas panggung konferensi TechCrunch Disrupt  berdampak positif terhadap valuasi Facebook setelah pasar saham Wall Street tutup.  Diperkirakan valuasi untuk kode “FB” meningkat sekitar 4% atau kenaikan $1 miliar begitu wawancara antara Michael Arrington dan Mark Zuckerberg selesai jam 2:40 siang hari Selasa ini.

(Image: TechCrunch Disrupt banner)

About these ads

Trackbacks

  1. […] menanam modal di startup semacam itu. Hal ini diungkapkan ketika beliau diwawancarai di konferensi TechCrunch Disrupt di kota San Francisco yang berlangsung dari tanggal 8-12 September, 2012. Kehadiran Ginger.io […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s