Debat imigrasi di Amerika: akibat kekurangan tenaga teknisi terlatih, makin banyak perusahaan high-tech mengalami kesulitan mengisi defisit dengan hanya mengandalkan pekerja domestik, maka perusahaan (seperti, Microsoft) menghimbau pemerintah segera bertindak melonggarkan kuota pekerja asing, bahkan perusahaan bersedia membayar ongkos mahal untuk mensponsori pekerja asing supaya mereka segera mendapatkan visa resmi dan kartu hijau (greencard)

Menjelang pemilu presiden Amerika di awal bulan November ini, sampai hari ini belum ditemukan titik terang terhadap perdebatan imigrasi di Amerika Serikat. Banyak perusahaan high-tech sudah kehilangan kesabaran karena mengalami kesulitan mengisi defisit dengan hanya mengandalkan pekerja domestik yang tidak trampil dan tidak berbakat. Pertumbuhan perusahaan teknologi di Amerika banyak mengandalkan pekerja asing. Untuk lebih kompetitif dan menunjang inovasi baru, perusahaan high-tech di Amerika diperkirakan membutuhkan tambahan 120.000 tenaga teknisi terlatih setiap tahun di bidang ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Akan tetapi pemerintah memiliki kuota 65.000 H-1B visa untuk pekerja asing per tahun, dan 20.000 visa yang disediakan untuk mahasiswa yang lulus Master (S2), Doctor (S3) dan memilih untuk bekerja di Amerika. Sebagai contoh, pendaftaran pekerja asing untuk tahun fiskal yang akan datang dibuka tanggal 1 April 2012 lalu, akan tetapi kuota H-1B visa sudah terisi penuh pada tanggal 11 Juni.

Akibat kekurangan tenaga terampil tinggi dan tenaga profesional, perusahaan perangkat lunak terbesar didunia Microsoft juga tidak sabar melihat permasalahan yang sedang dihadapi industi high-tech. Pada konferensi debat imigrasi yang diselenggarakan hari Kamis tanggal 27 September oleh Brookings Institution di kota Washington, DC, Microsoft diwakili oleh penasihat hukum dengan pangkat tertinggi di perusahaan high-tech ini bernama Brad Smith. Pada konferensi ini Microsoft secara resmi memasuki debat imigrasi di Amerika dan memajukan proposal baru untuk meningkatkan kuota visa yang tersedia untuk tenaga teknisi terlatih dari luar negeri. Microsoft mengusulkan perusahaan ini bersedia membayar $10.000 (100 juta Rupiah) untuk setiap pekerja mereka untuk mendapatkan H-1B visa apabila kuota visa diperluas termasuk dibawah program STEM. Bahkan Microsoft tidak segan-segan mengungkapkan kepada publik bahwa mereka bersedia mensponsori pekerja asing mendapatkan kartu hijau (greencard) untuk menjadi penduduk tetap di Amerika dan bersedia membayar ongkos sebesar $15.000 (150 juta Rupiah) untuk setiap kartu hijau yang diberikan kepada pekerja asing di perusahaan perangkat lunak ini.

Microsoft sebenarnya tidak bekerja sendirian dalam hal debat imigrasi. Beberapa eksekutif perusahaan high-tech raksasa sudah bertahun-tahun meminta pemerintah meningkatkan jumlah H-1B visa untuk pekerja asing. Karena perubahan iklim ekonomi, dan ditambah dengan perdebatan imigrasi terhadap pendatang yang tidak sah (gelap) di Amerika, banyak anggota Kongres dan Senat memilih untuk meluangkan waktu mengumpulkan suara pemilih dari partai politik mereka, daripada ikut-serta mendukung perluasan kuota visa untuk pekerja asing.

Ada satu berita penting yang sedang dinantikan oleh perusahaan high-tech dan pekerja asing beserta keluarga mereka.  Tanpa harus memihak kepada partai politik yang mana, banyak pengamat imigrasi percaya bahwa apabila Presiden Obama terpilih kembali sebagai presiden untuk periode ke-dua pada tanggal 6 November ini (untuk empat tahun kedepan), beliau akan menanda tangani surat perintah eksekutif yang akan menghapuskan segala permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan high-tech akibat kekurangan tenaga teknisi terlatih yang sedang melanda Amerika.

(Images: top, Brookings logo; middle, a sample of a Greencard, from Wikipedia May 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s