Yahoo! akan menutup operasinya di Korea Selatan pada akhir tahun 2012, yang mana ini merupakan pertama kalinya perusahaan pelopor mesin pencari keluar dari pasar Asia akibat tantangan mengembangkan bisnis pencarian dan persaingan ketat didominasi oleh mesin pencari lokal seperti Naver dan Daum

Sebagai pelopor mesin pencari sejak pertengahan tahun 1990-an, peran Yahoo! di seluruh dunia semakin menciut. Bulan lalu terpaksa menjual separuh saham yang sudah dipegang cukup lama di perusahaan e-commerce Alibaba di negara China dan mengembalikan sebagian uang hasil penjualan sebesar $7,1 miliar kepada pemegang saham. Hanya beberapa bulan yang lalu Yahoo! juga memutuskan untuk menutup layanan jejaring sosial Koprol (layanan semacam Foursquare untuk pencarian berdasarkan lokasi dan mengirim pesan seperti Twitter) yang diakuisisi dari sebuah perusahaan di Indonesia pada tahun 2010.

Bukan hanya penutupan bisnis, tapi gejolak perubahan juga terjadi didalam tubuh dewan direksi dan CEO sejak awal tahun 2012. Pemecatan mendadak terhadap mantan CEO Scott Thompson terjadi pada tanggal 13 Mei lalu, karena beliau mengaku memiliki gelar sarjana insinyur “aspal.” Kemudian dewan direksi bulan-bulanan dengan CEO sementara Ross Levinsohn hingga akhirnya menunjuk bekas eksekutif Google Marissa Mayer sebagai CEO pada tanggal 16 Juli lalu. Levinsohn akhirnya keluar dan mencari pekerjaan di perusahaan lain.

Walaupun CEO Mayer berjanji untuk memberikan hadiah Natal berupa Apple iPhone seri 5 terbaru untuk setiap pegawai Yahoo!, kayaknya umpan semacam itu tidak menenangkan hati semua karyawan Yahoo! di seluruh dunia, apalagi sekitar 250 karyawan di Korea Selatan. Menurut sebuah posting yang ditampilkan di situs Yahoo! yang kemudian dilansir oleh beberapa blogger teknologi terkemuka dan reuters.com, atas saran dari Rose Tsou, yang memegang jabatan sebagai Senior Wakil Presiden untuk kawasan Asia Pasifik, perusahaan portal Internet yang berbasis di Silicon Valley ini akan menutup operasinya di Korea Selatan pada akhir tahun 2012.

Didalam pernyataan pada penutupan Yahoo! Korea, perusahaan yang didirikan pada awal 1995 oleh dua bekas mahasiswa Stanford, Jerry Yang dan David Filo, tidak memberikan perincian secara detail tentang mengapa perusahaan ini akan meninggalkan pasar Korea Selatan. Sesuai dengan posting singkat yang ditulis menjelang tengah malam Jumat (Oktober 18), Yahoo! mengambil keputusan berdasarkan upaya perusahaan ini untuk “merampingkan operasi dan memfokuskan sumber daya [Yahoo] pada pembangunan bisnis global yang lebih kuat…”

Pembukaan cabang di Korea Selatan sudah dimulai sejak tahun 1997 dan mesin pencari Yahoo! masih memakai sistem pencarian yang dikelola sendiri. Sejak Juli 2009 Yahoo! memutuskan untuk menghemat biaya operasi dan sumber daya manusia (teknisi), dan meneken kontrak 10-tahun untuk memakai mesin pencari yang dibuat oleh raksasa perangkat lunak Microsoft Bing. Sejak perubahan ini, Yahoo! mengalami kemerosotan dan penurunan pangsa pasar mesin pencari di Amerika dan di seluruh dunia. Demikian halnya yang dialami di Korea Selatan dimana Yahoo! menghadapi tantangan yang sangat hebat dari penyelenggara mesin pencari lokal yang didominasi oleh mesin pencari Naver dan Daum. Untuk tidak mengurangi pengaruhnya di Asia dan terus menyediakan layanan untuk 700 juta pengunjung bulanan dari seluruh dunia, Yahoo! berjanji untuk mengembangkan inovasi layanan konten (berita lokal, berita dunia, musik, dll.), layanan komunikasi (email), jaringan sosial berbagi foto, dan pengembangan situs e-commerce.

(Image: Yahoo! Korea homepage)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s