biNu: menyulap ponsel biasa model lama menjadi ponsel pintar dan menyediakan akses lebih cepat untuk aplikasi favorit di jaman modern seperti Facebook, Google, Twitter, YouTube, dan layanan Internet lainnya

Sebelum me”lengser”kan ponsel lama dan menggantikannya dengan ponsel pintar ada baiknya mencoba aplikasi platform mobile dari biNu. biNu memungkinkan pemilik ponsel model lama yang dibuat setelah tahun 2002 (contohnya, Nokia flip-phone) untuk menggunakan aplikasi favorit seperti layaknya cara kerja ponsel pintar (contohnya, Apple iPhone atau Samsung Galaxy). Setelah mendownload aplikasi biNu ke ponsel lama, pemilik ponsel model lama akan lebih cepat mengakses aplikasi modern seperti Facebook, Google, Twitter, YouTube, dan layanan Internet lainnya.

Platform aplikasi dari perusahaan yang berbasis di Australia ini diluncurkan sejak awal tahun 2011. Berdasarkan data pada bulan Agustus 2012, biNu telah menarik 4 juta pengguna aktif setiap bulan yang tersebar di seluruh dunia terutama dari pasar negara-negara berkembang di Afrika (misalnya, ada 600 ribu pengguna di Nigeria, 100 ribu pengguna di Zimbabwe), Amerika Latin, Asia, dan Eropa. Karena terpaut dengan harga perangkat ponsel yang mahal, kebanyakan pengguna di dunia berkembang hanya menggunakan ponsel mereka untuk komunikasi tetapi sangat sulit untuk mengakses Internet. Kehadiran biNu membuka pengalaman pengguna untuk pertama kalinya bisa terhubung ke Internet.

biNu menyediakan aplikasi untuk membaca buku, akses berita, olahraga, ramalan cuaca, dan informasi kesehatan, dan lain sebagainya. Keunikan biNu termasuk membantu pengguna berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya lebih mudah dan lebih cepat. Platform ini juga menyediakan fitur untuk mengubah bahasa International ke bahasa lokal. Juga, tanpa menginstal ekstra aplikasi, pengguna bisa langsung menerjemahkan hampir semua kata-kata ke bahasa lokal dengan cepat.

biNu baru-baru ini diperbaharui dengan menambahkan beberapa fitur baru termasuk fitur untuk jaringan sosial yang memberikan kemudahan untuk pengguna biNu berbagi foto sesama pengguna untuk membangun suatu komunitas yang saling bertukar konten sosial. Salah satu fitur terbaru yaitu menyediakan “credits” (kredit) yang memberikan kemudahan pengguna biNu berinteraksi satu sama lain melalui fitur teks messaging dan berbagi informasi dengan pengguna di luar jaringan biNu. Setiap kredit diperkirakan seharga 1 cent (sekitar 100 rupiah).

Platform aplikasi yang menyulap ponsel biasa model lama menjadi ponsel pintar seperti iPhone sudah menerima pendanaan putaran pertama (Seri A) sejumlah $2 juta dollar pada bulan Agustus 2012 dari beberapa investor terkemuka di Silicon Valley termasuk dari mantan CEO Google Eric Schmidt dibawah naungan TomorrowVentures, eksekutif Amazon David Risher dan beberapa investor pribadi di Australia. Kemudian minggu ini biNu menerima pendanaan tambahan sejumlah $2,3 juta, sehingga total untuk putaran pertama (Seri A) mencapai $4,3 juta dollar. Pendanaan terakhir ini didukung oleh 500 Startups, mantan CEO Time Warner Dick Parsons and billionaire Richard Lauder di bawah naungan PanAfrican Invesmetment Co., dan beberapa investor dari Amerika. Pendanaan baru akan dipakai untuk melakukan ekspansi ke pasar negara berkembang terutama di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa.

(Images: top, biNu logo; middle, biNu multiple handsets and languages; bottom, click here to watch a video demo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s