Sekelompok senator dari dua partai berkuasa di Amerika akan segera memperkenalkan RUU imigrasi yang dijuluki “Undang-Undang Imigrasi Inovasi”

Greencard-Permanent-Resident-Card-WikipediaPara insinyur dan tenaga ahli komputer, terutama mahasiswa yang sebentar lagi lulus S-2 (Master) dan S-3 (Ph.D.) di Amerika dan memilih untuk tetap tinggal di negara adikuasa ini boleh bernafas sedikit lega, karena jumlah visa yang diberikan oleh Amerika kepada pekerja terampil asing yang lahir di luar negeri akan segera ditambah. Ada berbagai jenis visa yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika termasuk visa turis, visa bisnis atau visa student, akan tetapi status imigrasi khusus bagi pekerja asing di dunia high-tech dikenal dengan istilah H-1B visa.

Batas waktu berlakunya H-1B visa mencapai 3 tahun dan boleh diperpanjang 3 tahun sambil mendaftarkan diri menjadi penduduk tetap yang dikenal dengan istilah “green-card” (permanent resident/PR). Pemegang H-1B visa hanya diperbolehkan bekerja di perusahaan yang mensponsori mereka, sedangkan pendamping (istri/suami) tidak diperbolehkan bekerja.

Memang sudah lama menjadi kendala bagi negara adikuasa ini karena setiap tahun hanya tersedia 65.000 H-1B visa bagi pekerja trampil asing yang diperbolehkan bekerja di Silicon Valley dan perusahaan high-tech di kota-kota besar lainnya. Kendala semacam ini menyebabkan perusahaan teknologi, seperti Microsoft, tidak berhasil mendatangkan pekerja dari luar negari untuk mengisi posisi-posisi penting dalam hal pengembangan dan penelitian. Malah peraturan imigrasi di Amerika yang diperbarui sejak kejadian 9/11 menyebabkan banyak pekerja terampil yang harus meninggalkan Amerika dan saat ini menjadi pesaing dari luar negeri.

sample-h-1b-visa-approvalBerdasarkan informasi yang disadur dari sebuah draft RUU yang diterima oleh The Hill sebuah jaringan berita terkemuka di kota Washington DC, ada sekelompok senator dari dua partai berkuasa di Amerika sedang mengodok rancangan Undang-undang (RUU) imigrasi yang akan meningkatkan jumlah H-1B visa yang tersedia untuk tenaga kerja asing terampil yang lahir di luar negeri. RUU imigrasi ini dijuluki “Undang-Undang Imigrasi Inovasi.” Kelihatan sekali disini “inovasi” adalah kata yang sangat bermakna bagi masa depan negara Amerika.

Secara garis besar, RUU imigrasi yang sedang disiapkan akan menambah H-1B visa dari batas maksimal per tahun 65.000 visa menjadi 115.000 visa. Akan tetapi batas ini masih bisa dimaksimalkan menjadi 300.000 visa per tahun tergantung jumlah permintaan dari pelamar. Bukan hanya dalam segi jumlah visa yang akan ditingkatkan, akan tetapi para senator juga sedang mencari solusi yang memberikan kebebasan kepada pendamping pemegang H-1B visa (yang biasanya masuk kategori H-4B) diperbolehkan bekerja di Amerika.

(Images: middle left, a sample of H-1B visa approval; top right, a sample of Green-card)

About these ads

Trackbacks

  1. […] ini. Awal tahun 2013, para pembuat undang-undang di ibukota Washington DC sudah mulai menggodok rancangan undang-undang imigrasi yang memperbolehkan para insinyur dan tenaga ahli komputer bebas memilih untuk tetap tinggal di […]

  2. […] berbakat dan sangat terampil, dan tenaga ahli komputer di dunia high-tech. Pemerintah Amerika akan menambah jumlah visa yang disediakan untuk pekerja high-tech yang berasal dari luar negeri yang dikenal dengan H-1B […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s