Advertisements

Nokia yang akan diakuisisi oleh Microsoft, memperkenalkan handset X, X+, dan XL yang dijalankan dengan Android OS

Nokia-X+Pada acara konferensi tahunan Mobile World Congress yang diselenggarakan minggu ini di kota Barcelona, Spanyol, Nokia membeberkan beberapa perangkat seluler terbaru yang dinamakan Nokia X, X+, dan XL. Handset baru akan dijalankan dengan system operasi Android yang diciptakan oleh Google dan juga merupakan saingan utama Microsoft.

Dengan mengandalkan inovasi teknologi platform Nokia X, maka perusahaan yang akan segera diakuisisi oleh Microsoft memasuki satu era baru menyongsong pesatnya permintaan pasar untuk handset murah setelah berhasil meluncurkan platform Asha satu tahun yang lalu. Nokia berharap untuk bekerja sama dengan operator seluler lokal dan menawarkan platform Nokia X di negara-negara berkembang, termasuk Amerika Latin, Afrika, India, dan Indonesia. Harga penawaran termurah sekitar $120 dollar (1,5 juta Rupiah) per unit. Platform Nokia X akan memasuki pasar yang sama dan menjadi saingan dengan pembuat ponsel dari China seperti Huawei, Lenovo, ZTE, dan Xiaomi. Sayangnya, handset terbaru tsb tidak akan tersedia di Amerika Utara, Jepang, maupun negara-negara yang sudah berkembang di Eropa.

Pada acara Mobile World Congress tahun 2011, Nokia memutuskan untuk menghentikan produksi perangkat ponsel pintar yang dijalankan dengan system operasi Symbian dan menggantikannya dengan system operasi Windows Phone. Nokia menjalin kemitraan dengan Microsoft dan meluncurkan handset yang dinamakan Lumia. Sayangnya perangkat ponsel pintar Lumia lebih cocok untuk kalangan pengguna high-tech karena biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti kamera digital dengan resolusi tinggi (misalnya, Lumia 1020 dengan sensor 41 mega pixel). Ketika Microsoft sedang berusaha untuk membuat perangkat telepon genggam dengan merek sendiri setelah berhasil meluncurkan perangkat tablet Surface, raksasa perangkat lunak memutuskan untuk mengakuisisi Nokia dengan harga lebih dari $7 miliar pada awal bulan September 2013. Akuisisi ini sudah disetujui oleh lembaga hukum dan pemeritah di Amerika dan Eropa.

Keikutsertaan Nokia dalam persaingan pasar ponsel pintar harga murah yang dijalankan dengan Android bisa merupakan suatu keputusan strategis, atau juga bisa menjadi fatal karena akan merusak ekosistem Windows Phone. Pertama, Nokia memasuki pasar Android boleh dibilang sudah terlambat, walaupun merek Nokia masih sangat terkenal di dunia. Pembuat ponsel pintar yang dijalankan dengan Android dari China dan Korea Selatan akan segera banting harga, yang mana akan menguntungkan konsumen dan Google sebagai pencipta system operasi Android. Kedua, Microsoft menghabiskan biaya pengembangan ekosistem Windows Phone bermiliar-miliar dollar, walaupun akan meraup untung dengan menjual lisensi hak paten Android yang diperkirakan mencapai $2 miliar per tahun. Terakhir, permainan politik di dalam perusahaan raksasa mungkin juga berdampak negatif terhadap keputusan hari ini, termasuk ada penyesalan dari mantan CEO Nokia Stephen Elop yang tidak berhasil mengambil alih posisi top eksekutif di Microsoft, karena kedudukan CEO sudah diserahkan kepada Satya Nadella awal bulan Februari 2014 ini.

Nokia-XL

(Images: top, Nokia Platform X+; bottom, Nokia Platform XL via Facebook)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s