Outsourcing Bukan Lagi Milik Eksklusif India: Negara-negara di Amerika Selatan dan Eropa Timur mulai menjadi sasaran outsourcing bagi perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat

Negara berkembang umumnya memiliki rata-rata gaji yang lebih tinggi. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan $7.25/jam untuk gaji minimum di hampir semua pekerjaan kecuali pekerjaan-pekerjaan di bidang pertanian tertentu. Dibandingkan dengan negara-negara sedang berkembang seperti India, Cina, dan Indonesia, gaji minimum di Amerika itu termasuk sangat tinggi. Dengan asumsi satu minggu 40 jam kerja, satu bulan orang yang bekerja dengan gaji minimum di Amerika Serikat bisa mendapatkan $1200 atau sekitar Rp. 10 juta. Seiring berkembangnya globalisasi dan teknologi komunikasi, perusahaan di negara-negara berkembang mulai menyadari kalau mereka dapat mengurangi biaya gaji pegawai dengan menyewa pekerja dari negara lain terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Dari sinilah trend outsourcing atau menyewa pekerja dari negara lain bermula.

Beberapa tahun terakhir ini bisa dibilang hanya ada satu negara yang menjadi tujuan utama outsourcing bagi perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat maupun di negara-negara berkembang lainnya: India. Dimulai dari pekerjaan untuk customer service dan call center, outsourcing telah berkembang menjadi sebuah bisnis yang mencapai $69 milyar. India memiliki beberapa keunggulan utama dalam bidang ini. Selain biaya tenaga kerja yang murah, India memiliki banyak pekerja yang mampu berbahasa Inggris dan menjadi staff call center. Mereka juga mempunyai banyak teknisi ahli di bidang komputer yang dapat menjalankan server-server dan data center. Akan tetapi, setelah perusahaan-perusahaan di Amerika berhasil mengurangi biaya dan memindahkan pekerjaan-pekerjaan entry level, mereka mulai berusaha melakukan hal yang sama dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih high level di bidang-bidang seperti riset, akutansi, dan finansial analisis.

Selain IT, call center dan customer service adalah bidang outsourcing utama di India

Karena pekerjaan-pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang menekankan pada jumlah sumber daya manusia dan lebih memerlukan keahlian-keahlian khusus, negara-negara seperti Argentina dan Polandia memiliki kesempatan yang cukup besar. Di tahun 2011, perusahaan-perusahaan di Amerika Selatan dan Eropa Timur membuka 54 fasilitas outsourcing baru. Negara-negara di area tersebut mempunyai rata-rata gaji yang lebih tinggi dari India namun sedikit lebih rendah dari Amerika Serikat. Contohnya, menggunakan perusahaan outsourcing untuk menyewa seorang entry level akuntan di Argentina memerlukan biaya 13% lebih rendah daripada di Amerika Serikat sedangkan India 51% lebih rendah daripada di Amerika Serikat. Namun, ada beberapa kelebihan dalam konteks bisnis dan nilai interaksi yang ditawarkan oleh negara-negara tersebut dibandingkan dengan India.

Kota-kota seperti Sao Paulo di Brazil memiliki sejumlah besar generasi muda dengan gelar di bidang teknis dan bisnis yang mampu berbahasa Inggris yang baik. Mereka mampu mengerjakan hampir apa saja mulai dari membuat video games sampai melakukan analisis kredit untuk perusahaan asing. Brazil juga mempunyai programmer Java paling banyak di dunia dan jumlah programmer COBOL kedua terbesar di dunia.

Kelebihan lain dari negara-negara di daerah Amerika Selatan adalah mereka mempunyai time zone yang sama dengan Amerika Serikat. Beberapa pekerjaan terutama yang menyangkut perihal bisnis dan finansial sering memerlukan komunikasi dan pertemuan lewat telepon maupun internet. Perbedaan waktu yang biasanya hanya satu atau dua jam dari kantor-kantor di New York atau Los Angeles menjadi suatu kelebihan yang membantu. Menyadari kelebihan-kelebihan ini, bahkan Tata Consultancy Services, salah satu perusahaan outsourcing paling terkemuka di India, sekarang memiliki sekitar 8500 pekerja di Amerika Selatan.

Di sisi lain, trend outsourcing yang mulai mengedepankan nilai keseluruhan ini juga menguntungkan negara-negara di Eropa Timur. Polandia yang lebih dari 50 persen generasi mudanya menimba ilmu di universitas, mulai menjadi sasaran baru untuk outsourcing. Mulai dari perusahaan teknologi seperti Microsoft dan IBM sampai perusahaan audit seperti Ernst & Young, sekarang telah memiliki outsourcing center di Polandia.

Eropa Timur dan Amerika Selatan mulai menjadi tujuan outsourcing

Semuanya ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan multi nasional mulai menyadari bahwa bukan hanya pekerjaan-pekerjaan yang mudah dan entry level saja yang dapat dipindahkan ke luar negeri. Selain itu mereka juga sudah mulai mencari negara yang dapat memberikan nilai keseluruhan yang lebih. Gaji yang lebih murah tidak selalu menjamin biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan menjadi minimal. Dengan biaya yang sedikit lebih mahal, seringkali kualitas dan efisiensi kerja yang lebih tinggi dapat dicapai sehingga biaya total menjadi lebih kecil. Ini sebenarnya merupakan trend yang menarik karena dapat memberi kesempatan kepada negara-negara berkembang yang mulai mencapai tingkat pendidikan yang tinggi. Bukan tidak mungkin di kemudian hari, Indonesia pun, dengan berkembangnya jumlah tenaga kerja ahli yang multilingual dan meningkatnya tingkat pendidikan, dapat menjadi tujuan outsourcing untuk pekerjaan-pekerjaan profesional seperti ini.

Leave a comment