Membaca dan mengetik dari kanan-ke-kiri: Twitter memperluas layanan dengan menambah empat bahasa populer di dunia termasuk bahasa Arab, Persia, Yahudi, dan India Urdu

Hari ini Twitter dengan bangganya mengumumkan keberhasilan mereka mengalih bahasa-kan sistemnya ke bahasa-bahasa populer di dunia termasuk bahasa Arab, Persia, Yahudi, dan India Urdu.  Dengan keberhasilan ini, jaringan sosial ini merilis micro-blogging yang bisa di pakai untuk para pemakai yang sudah terbiasa membaca dan mengetik dari kanan-ke-kiri.  Saat ini Twitter mampu melayani 28 macam bahasa dunia.

Beberapa bulan terakhir ini, para ahli bahasa dan computer programmer di markas Twitter sempat bingung juga mencari akal untuk melayani pemakai dari negara-negara asing yang membaca dan mengetik dari kanan-ke-kiri (berlawanan dengan bahasa Inggris dari kiri-ke-kanan). Berkat kecanggihan programmer mereka, akhirnya Twitter berhasil menciptakan alat yang bisa mengerti penulisan dari arah bolak-balik termasuk perubahan angka dan simbol.

Untuk mempercepat proses merilis sistem yang bisa dipakai membaca dan mengetik dari kanan-ke-kiri, maka perusahaan yang terletak di Silicon Valley ini mengerahkan 13.000 suka-relawan untuk menterjemahkan petunjuk dan sandi-sandi dari bahasa Inggris ke bahasa populer di dunia.  Dari 13.000 suka-relawan tsb. Twitter berhasil merangkul seorang penulis blog dari negara Arab Saudi, seorang guru sekolah dari Israel, seorang wartawan dari BBC, dan beberapa penterjemah beken dari Iran dan Pakistan.  Bahkan Twitter sempat membocorkan rahasia bahwa banyak suka-relawan mereka tinggal di negara yang mana pemerintah setempat sudah memblokir jaringan sosial ini.

Dengan tambahan empat bahasa baru untuk melayani pemakai di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah, Twitter ingin menambah jumlah pemakai baru yang bisa menulis dan membaca jaringan sosial ini dari arah yang berlawanan dengan bahasa Inggris. Twitter juga  belajar dari kehebatan jaringan sosial yang dipakai untuk mengumpulkan kelompok-kelompok massa, dimana banyak aktivis memakai Twitter untuk menyampaikan pesan-pesan di Mesir dan Lybia pada tahun 2010 dan 2011 lalu.  Bahasa India Urdu banyak dipakai di bagian barat negara India, di Pakistan dan di Afghanistan.  Bahasa Arab dipakai di Timur Tengah.  Bahasa Persia kebanyakan dipakai di negara Iran.  Sedangkan bahasa Yahudi hanya di pakai di negara Israel.

(Image: Twitter.com)

Trackbacks

  1. […] akan memakai symbol saham TWTR atau TWIT, jumlah pengguna Twitter mengalami lonjakan dahsyat di beberapa negara berkembang. Secara keseluruhan, proporsi jangkauan Twitter mencapai tingkat tertinggi di kalangan pemilik […]

Leave a comment