Estimize: Crowdsourcing Prediksi Pasar Saham yang Lebih Akurat dari Analysts Wall Street

ImagePrediksi harga saham dan kondisi finansial perusahaan yang akurat seringkali hanya dapat dilakukan oleh analis-analis yang terlatih. Namun, dengan berkembangnya teknologi dan semakin tersedianya informasi tentang pasar saham, semakin banyak orang yang mampu melakukan prediksi dengan baik. Dengan konsep inilah Leigh Drogen, seorang entrepreneur dari New York yang berusia 26 tahun, memulai Estimize. Dengan menggunakan konsep crowdsourcing yang sedang naik daun, website ini mengundang semua orang yang mau bergabung untuk memberikan prediksi mereka akan harga2 saham dan finansial data perusahaan-perusahaan. Saat pertama kali bergabung, pengguna akan diminta untuk memilih apakah mereka mau memberikan estimasi sebagai independen analis, sebagai sisi penjual, ataupun pembeli. Setelah itu, pengguna dapat langsung memasukkan prediksi mereka di berbagai macam saham maupun index yang tertera. Pengguna juga dapat melihat estimasi-estimasi pengguna-pengguna yang lain, rata-rata estimasi, nilai actual dari saham-saham, dan nilai prediksi analis Wall Street yang ditampilkan dalam bentuk grafik interaktif sehingga pengguna dapat dengan mudah membandingkan hasil prediksi mereka. Nantinya semua hasil prediksi pengguna Estimize akan di rata-rata sesuai dengan ranking user sehingga user dengan rangking tinggi akan memiliki pengaruh yang lebih besar. User yang sering membuat estimasi akurat akan mendapat rangking yang lebih tinggi.Image

Dengan sistem yang mengandalkan prediksi dari semua orang, banyak orang yang awalnya pesimis dengan kemampuan Estimize untuk memprediksi finansial data dengan akurat. Karena sangat mudah untuk bergabung dengan Estimize, cukup besar kemungkinan orang bergabung hanya untuk main-main saja ataupun trolling. Menariknya, dalam 4 bulan pertama di tahun 2012, prediksi dari Estimize untuk 160 laporan keuangan lebih akurat dari prediksi Wall Street 63%. Ini mungkin menunjukkan bahwa sistem ranking mereka cukup berhasil menyeleksi data yang baik dan buruk.

Ide menggunakan sistem semacam crowdsourcing untuk memprediksi data keuangan perusahaan sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru. Website seperti EarningWhispers dan WhisperNumber telah mempublikasikan laporan prediksi tidak resmi sejak 1998 dengan menggunakan input dari analis, investor, dan algorithm khusus. Mereka bahkan secara rata-rata lebih akurat daripada WallStreet ataupun Estimize. Akan tetapi, website-website tersebut sifatnya lebih tertutup dan tidak transparan. Estimize berusaha membuat seluruh komponen dari prediksi keuangan menjadi sangat transparan.

Saat ini Estimize memiliki lebih dari 6000 users. Mereka berencana mendapatkan pemasukan dari penjualan agregat prediksi data dari users kepada investment banking dan hedge funds. Beberapa hedge fund dikabarkan telah membeli data-data tersebut. Dengan semakin berkembangnya jumlah pengguna Estimize, sangat menarik mengamati apakah data yang mereka berikan akan semakin akurat atau tidak. Akankah jumlah data yang jelek dan asal-asalan meningkat pesat? Atau sebaliknya? Setidaknya, website ini dapat memberikan transparansi untuk proses prediksi data keuangan dan menunjukkan sentimen investor-investor dan masyarakat luas akan nilai saham tertentu. Pada akhirnya, sentimen yang kuat dapat membentuk harga saham itu sendiri.

Leave a comment