Advertisements

Pemerintah Amerika ingin memicu inovasi di sekolah dengan menyisihkan dana $2 miliar untuk membangun jaringan Wi-Fi

Wi-Fi-logo-Sejak terbukanya jaringan Internet untuk masyarakat umum pada awal tahun 1990-an, hanya warga yang tinggal di kota-kota saja yang mendapatkan akses ke Internet. Supaya setiap warga juga merasakan manfaat kemajuan inovasi teknologi di seluruh Amerika, pemerintah terus berupaya menyediakan akses bagi warga yang tinggal di pedesaan dan berpenghasilan rendah. Untuk mewujudkan gagasan ini, pemerintah mendirikan sebuah program yang dinamakan E-Rate untuk menyediakan akses Internet ke sekolah-sekolah dan perpustakaan umum.

Untuk membiayai program ini, pemerintah mewajibkan setiap pelanggan telepon membayar iuran beberapa dolar setiap bulan. Iuran ini dicantumkan dalam tagihan telepon bulanan, yang disebut Universal Service Fund. Setelah dikumpulkan, sebagian dana dialokasikan untuk program E-Rate, sedangkan sisa dana lainnya dipakai untuk memperluas jaringan dan sambungan kabel ke daerah-daerah di seluruh Amerika.

Namun ketika pencetusan ide program E-Rate 18 tahun yang lalu, pemerintah lebih berfokus untuk menyediakan akses broadband lewat kabel ke ruang kelas dan perpustakaan umum. Kelemahan peraturan pemerintah justru terletak pada pengaturan dana E-Rate, karena tidak ada penulisan bahwa E-Rate juga harus mengalokasikan dana untuk membangun jaringan Wi-Fi. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi sekolah-sekolah dan perpustakaan umum meminta dana untuk membangun jaringan Wi-Fi. Padahal kalau kita melihat kemajuan inovasi teknologi ponsel pintar dan tablet dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, pemerintah justru sudah terlambat mengantisipasi kebutuhan sambungan untuk perangkat seluler melalui jaringan nirkabel.

FCC-logo-Pada hari Jumat, 11 Juli 2014, pemerintah Amerika melalui Komisi Komunikasi Federal (FCC) melakukan serangkaian perubahan untuk mempermudah sekolah-sekolah dan perpustakaan segera mengajukan proposal meminta dana untuk membangun jaringan Wi-Fi. Malah tidak tanggung-tanggung, pemerintah menyisihkan $2 miliar dollar untuk membangun jaringan Wi-Fi dengan menggunakan inovasi teknologi terkini. Setelah melalui pemungutan suara, direksi FCC menyetujui peraturan baru dengan mengalokasikan $1 miliar untuk jaringan Wi-Fi pada tahun 2015 dan $1 miliar untuk tahun 2016. Pendanaan akan dikembangkan dengan sasaran mencapai $5 miliar dalam waktu lima tahun ke depan.

Walaupun FCC sudah merubah peraturan alokasi dana untuk mengikuti jaman yang lebih tergantung pada akses lewat nirkabel, masih banyak pengamat pembangunan dan pemimpin dunia pendidikan mengecam keputusan FCC. Ini karena jumlah anggaran yang disediakan untuk memungkinkan masyarakat mendapatkan akses Internet masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal pertumbuhan jumlah perangkat seluler dan kebutuhan masyarakat atas Internet semakin tinggi. Demikian pula peluang bagi sekolah-sekolah yang berlokasi di pedesaan untuk mendapatkan dana membangun jaringan Wi-Fi akan jauh lebih rendah daripada sekolah-sekolah di kota-kota.

(Images: top right, Wi-Fi logo; middle left, FCC logo via Facebook)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s