42Floors: memberikan kemudahan pencarian ruang kantor yang dilengkapi dengan foto dan database listing, mencakup kota besar seperti San Francisco dan New York

Untuk menemukan ruang kantor yang dapat disewa di kota besar di Amerika biasanya calon penyewa mengandalkan jasa broker/agen. Akan tetapi hampir semua broker memberikan daftar properti dari hasil pencarian yang didulang dari database yang sama, sehingga daftar ruang kantor yang bisa disewakan tidak menunjukkan aneka ragam pilihan, misalnya boleh disewa penuh, hanya boleh disewa sebagian ruangan, sublet kantor (mengambil alih sewa dari orang lain), dan sewa suite eksekutif untuk jangka pendek ataupun untuk jangka panjang.

Sebagai alternatif, 42Floors menyediakan daftar penyewaan ruang kantor dan komersial properti bagi calon penyewa. Dengan mengandalkan sistem pengindeksan online, calon penyewa lebih mudah mencari tempat-tempat untuk membuka bisnis. Sejak diluncurkan secara resmi pertengahan bulan Maret 2012, perusahaan startup ini memasang daftar ruang kantor yang terletak di kota San Francisco dan kawasan sekitar Silicon Valley. Perluasan usaha akan segera dibuka di kota-kota lainnya dan mencakup kota Los Angeles, London, Seattle, Boston, dan Chicago.

Salah satu keunggulan 42Floors daripada sistem pengindeksan yang disediakan penyelenggara lainnya terletak dalam hal membebaskan segala ongkos bagi pemilik ruang atau komersial properti untuk menggunakan platform ini. Agen dapat memasang daftar properti mereka secara gratis. Tidak cuma itu saja, startup inipun mengirimkan tukang foto sebagai layanan ekstra tanpa biaya untuk mengambil foto properti ataupun ruangan yang akan disewakan atau dijual. Selain mengambil foto eksterior gedung, tukang foto juga akan mengambil foto interior yang menampilkan semua ruangan sehingga memudahkan penyewa menemukan ruang kantor yang mereka sukai. Untuk memudahkan calon penyewa melihat ruang kantor yang akan disewakan secara langsung seperti tur ke lokasi, 42Floors menyediakan layanan pengaturan penjadwalan antara pemilik properti dengan potensial klien.

Terus bagaimana caranya perusahaan ini menghasilkan uang pendapatan untuk menutup semua biaya operasi? 42Floors melakukan monetisasi dengan cara afiliasi sambil bermitra dengan penyelenggara kebutuhan kantor seperti perusahaan penyewaan perabot, dekorasi, aksesoris, jasa akuntan, jasa pengangkutan untuk pemindahan barang-barang kantor, dan lain sebagainya. Di situs web 42Floors disediakan pusat perdagangan yang dinamakan “Showroom.” Ternyata hanya dengan mengandalkan strategi monetisasi ini, perusahaan startup ini bisa tumbuh dan membayar biaya operasi mereka.

Fokus pasar 42Floors menargetkan perusahaan startup didunia teknologi yang biasanya hanya membutuhkan ruang kantor yang tidak terlalu besar. Setelah peluncuran di Silicon Valley, akhir minggu ini 42Floors mengumumkan peluncuran di kota New York City. Pada saat bersamaan, perusahaan yang didirikan oleh Jason Freedman yang awalnya didukung dengan modal dari Y Combinator mengumumkan bahwa mereka sudah menerima pendanaan putaran pertama (Seri A) sejumlah $5 juta dollar dari beberapa investor. Investor terdiri dari Thrive Capital dan Bessemer Venture Partners. Disamping itu, ada lebih dari 35 investors yang berbasis di kota New York City yang juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan putaran pertama ini. Selain akan dipakai untuk perluasaan usaha, pendanaan terbaru ini akan dipakai untuk mengembangkan aplikasi versi ponsel pintar untuk melayani pengguna di luar kantor dan calon penyewa yang sedang bepergian sehingga memudahkan pencarian daftar penyewaan ruang kantor dimana saja dan kapan saja.

(Images: top, 42floors.com logo; middle, 42floors.com listing in San Francisco)

Leave a comment