Jaksa Agung kota besar di Amerika meminta pabrik ponsel memasang “kill switch” untuk mematikan perangkat yang dicuri

I-Love-NYPencurian telepon genggam dan komputer tablet semakin merajarela di kota-kota besar di Amerika. Banyak tindak kejahatan terhadap pengguna ponsel sudah beralih ke kasus kekerasan, insiden yang mencederakan dan menelan nyawa mereka di tempat umum. Pihak keamanan di kota besar seperti New York City dan San Francisco semakin kewalahan untuk menanggulangi tindak kejahatan terhadap warga kota, dimana kebutuhan perangkat seluler tidak pernah lepas lagi dari kehidupan sehari-hari.

Seperti yang dilaporkan oleh surat kabar terkemuka washingtonpost.com dengan mengutip laporan dari Jaksa Agung kota San Francisco, George Gascon, ada sekitar 1,6 juta orang kehilangan ponsel mereka di Amerika pada tahun lalu 2012. Jaksa Agung ini menambahkan bahwa 40 persen perampokan di kota-kota besar melibatkan perangkat seluler. Malah Jaksa Agung kota New York City, Eric Schneiderman, menuturkan bahwa jumlah total kehilangan mencapai sekitar $30 miliar dollar pada tahun 2012 dan mayoritas kejahatan menghantam perangkat buatan Apple.

Minggu ini kedua Jaksa Agung dari kota New York dan San Francisco mengirimkan surat undangan kepada pabrik ponsel dan penyedia sistem operasi untuk ponsel pintar terbesar didunia, seperti Apple, Google, Samsung dan Microsoft, supaya para raksasa teknologi ini mengirimkan perwakilan mereka dalam acara pertemuan puncak yang diselenggarakan pada tanggal 13 Juni di kota New York City. Acara pertemuan ini dinamakan sebagai “Smartphone Summit.”

compare-apple-iphonePada pertemuan ini, para petinggi kota besar akan meminta para produsen perangkat seluler untuk menunjang inovasi teknologi dalam hal keamanan. Para pejabat berharap untuk segera mencari jalan keluar dalam hal mengatasi meningkatnya jumlah pencurian gadget belakangan ini. Salah satu ide yang sangat hangat dibicarakan adalah memaksa pabrik ponsel untuk memasang semacam alat “kill switch” untuk dapat mematikan perangkat ponsel yang dicuri dari jarak jauh. Cara ini akan membuat barang-barang yang sudah dicuri tidak akan berguna dan tidak dapat di jual lagi.

Usaha untuk memberantas maling dan perampok ponsel sudah mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu, ketika industri nirkabel dan operator telepon di Amerika, termasuk AT&T, Verizon Wireless, Sprint dan T-Mobile, sepakat untuk menciptakan database nasional. Database ini dipakai untuk menjaring telepon curian dan memastikan perangkat dari hasil curian tidak akan bekerja ketika dipasang pada jaringan nirkabel di Amerika. Kelemahan database ini terletak dengan pola perdagangan International, dimana banyak ponsel dicuri dan kemudian diperdagangkan di manca negara.

(Images: top right, I Love NY banner; middle left, Apple iPhone compare)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s