Advertisements

Threadflip: menangani proses penjualan pakaian bekas lebih efisien, membantu wanita berbelanja busana fashion murah

Threadflip-logoBanyak peneliti menyatakan bahwa hanya 20 persen barang-barang yang ada di dalam lemari busana wanita sudah pernah dikenakan oleh yang bersangkutan, sisanya 80 persen selalu memenuhi lemari tetapi tidak pernah dipakai sama sekali. Diperkirakan wanita menghabiskan anggaran rata-rata ribuan dollar setiap tahun untuk berbelanja pakaian baru, tetapi setelah pulang dari mall, malah memadati ruang di lemari. Lemari pakaian wanita ibarat ‘tambang emas’ yang bisa digali dan laku dijual.

Ada sebagian wanita yang sudah mencoba menjual pakaian lama atau bekas dengan memanfaatkan layanan situs lelang eBay, akan tetapi proses penjualan membutuhkan beberapa keahlian, seperti memotret pakaian, memasang foto online, menentukan harga, melakukan penawaran, mengepak barang dalam kotak, mengirim barang lewat kantor pos, melacak pengiriman, dan lain sebagainya. Sebaliknya, masih banyak juga wanita yang tidak ingin repot-repot mengurusi pakaian yang sudah lama tertimbun di lemari.

Dengan melihat potensi bisnis yang sudah disebutkan diatas, maka lahirlah sebuah perusahaan startup Threadflip, yang khusus memberikan layanan menangani proses penjualan pakaian bekas secara efisien. Ide mencetuskan perusahaan ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sebelumnya sudah ada beberapa startup yang mencoba bisnis model ini, seperti Tradesy, Poshmark, dan ThredUp.

Threadflip berfungsi sebagai pasar fashion murah, yang menawarkan barang-barang fashion bermerek, seperti Michael Kors, Tiffany, Ugg, Chanel, Coach, Kate Spade, J. Crew, dan lain sebagainya. Setiap anggota boleh menawarkan barang-barang fashion yang ingin dijual lewat situs web atau aplikasi web. Sebaliknya, selain sebagai penjual, anggota juga boleh berbelanja busana dan aksesoris bekas dari toko orang lain.

Keunggulan Threadflip termasuk menawarkan layanan concierge sejak bulan Maret 2014, yang sepenuhnya menangani segala seluk-beluk penjualan online. Setelah mendaftar menjadi anggota, pelanggan akan dikirimi sebuah tas besar yang sudah dilengkapi dengan alamat pengirim dan penerima. Setelah menerima tas, tugas pelanggan hanya cukup memasukkan semua barang, pakaian, dan aksesoris ke dalam tas. Kemudian menjadwalkan karyawan UPS mengambilnya, atau di antar sendiri ke kantor pos setempat.

Setelah menerima kiriman dari pelanggan, karyawan Threadflip melakukan pemeriksaan dan pemilihan barang-barang yang masih layak dijual. Demikian pula kalau busana dalam kondisi kotor, maka akan dikirim ke tempat binatu. Kemudian seorang fotografer memotret dan ahli style memajang busana dan aksesoris di situs web. Setelah berhasil dijual, Threadflip akan mengambil komisi sekitar 40 persen dari total penjualan. Selebihnya 60 persen dalam bentuk uang tunai atau store credit, akan dikirim kepada penjual.

Keistimewaan Threadflip termasuk menjamin barang-barang yang ditawarkan dari pembuat bermerek terkemuka. Hal ini menumbuhkan kepercayaan pembeli dan memberi citra bahwa barang-barang sudah diperiksa oleh tim ahli dan dalam kondisi yang baik dan bersih.

Threadflip didirikan di kota San Francisco pada tahun 2012. Minggu ini mengumumkan penerimaan pendanaan putaran kedua (Seri B) sejumlah $13 juta dollar yang dipimpin oleh Norwest Venture Partners. Sebelumnya pada bulan April dan Juni 2012 sudah menerima modal awal dan pendanaan putaran pertama (Seri A) total sejumlah $8,1 juta dollar, yang didukung oleh Baseline Ventures, First Round Capital dan Shasta Ventures. Total modal kerja yang sudah diterima sejak didirikan mencapai sekitar $21,1 juta dollar.

Threadflip-homepage(Images: top right, Threadflip logo; bottom, Threadflip homepage)

Advertisements

Trackbacks

  1. […] dipakai oleh orang lain, tapi masih kelihatan baru. Contoh startup seperti Tradesy, Poshmark, Threadflip, dan ThredUp. Perusahaan startup tsb. bertujuan memakai inovasi teknologi untuk menyegarkan lemari […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s