Advertisements

Gigwalk memanfaatkan pekerja lepas untuk memantau dan memastikan bahwa pemasaran dijalankan dengan benar di lapangan

Pernahkah anda melihat etalase di sebuah toko swalayan kosong kehabisan barang dan tertulis “persediaan habis“? Padahal perusahaan besar sudah mengeluarkan biaya pemasaran supaya pelanggan datang berbelanja di toko. Karena biaya kampanye untuk promosi barang sudah dikeluarkan, maka para pemasar melakukan pengamatan ke toko ritel di berbagai lokasi untuk memastikan produk masih tersedia di tempat-tempat yang penting secara instan.

Gigwalk-homepage

Gigwalk menyediakan 500.000 pekerja lepas yang dilengkapi dengan perangkat seluler (ponsel pintar). Startup ini seolah-olah memberi cara mudah mendapatkan uang dari ponsel pintar. Para pekerja lepas ini dikenal sebagai Gigwalker, atau tenaga kerja pribadi yang selalu tersedia kapan saja dan bisa mencapai lokasi dimana saja.

Setiap Gigwalker diberi tugas langsung oleh pemilik merek untuk memeriksa penjualan produk dan tempat-tempat yang penting bagi bisnis mereka, dan memberi umpan balik dari temuan mereka secara instan dan langsung dari lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengukur kesuksesan teknik pemasaran dan promosi di suatu tempat.

Keuntungan bagi pemilik merek, pemasar dan peneliti, dapat melakukan pengamatan dari jarak jauh, mudah melacak persediaan barang di etalase di jaringan toko kelontong besar, mengumpulkan data di lapangan secara cepat, kemudian dapat berbagi informasi dengan toko pengecer, distributor dan broker. Dengan tambahan data geografi, maka akan lebih mudah memprioritaskan pengiriman produk ke lokasi, yang mana persediaan sudah habis. Demikian pula untuk langkah selanjutnya, perusahaan akan melakukan perbaikan pengiriman dan penyimpanan barang. Daftar klien termasuk Frito-Lay (perusahaan makanan camilan), 7-Eleven (toko kelontong), Nokia, Microsoft, dan Deloitte.

Gigwalk didirikan di kota San Francisco pada tahun 2011. Minggu ini mengumumkan penerimaan pendanaan putaran kedua (Seri B) sejumlah $10 juta dollar yang dipimpin oleh Nokia Growth Partners dan Randstad Innovation Fund. Pendukung modal sebelumnya juga ikut berpartisipasi pada putaran kedua ini, termasuk August Capital, Harrison Metal dan SoftTech. Sejak didirikan sudah mengumpulkan modal kerja sejumlah $17,5 juta dollar.

Gigwalk-Retail-Execution-Redefined-homepage-screenshot

(Images: top middle, Gigwalk homepage; bottom, Gigwalk Retail Execution Redefined)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s