Remaja Amerika keturunan Korea meluncurkan startup Benelab sebagai usaha nirlaba, sebuah mesin pencari yang bersifat amal untuk membantu masyarakat

Untuk mengisi kegiatan di waktu senggang, seorang pelajar SMA memanfaatkan kepandaiannya menulis komputer programming HTML yang sederhana untuk membuat website.  Setelah cukup mahir menulis coding, Jack Kim remaja Amerika keturunan Korea ini akhirnya berhasil mengembangkan sebuah website yang fungsinya sebagai mesin pencari.  Usaha startup yang bersifat nirlaba ini dinamakan Benelab yang berbasis di kota Seattle, negara bagian Washington.  Tujuan utama mesin pencari ini adalah menyumbangkan 100% dari hasil pendapatan untuk kegiatan amal dan membantu masyarakat.

Cara kerja Benelab hampir sama dengan mesin pencari raksasa Google, Bing ataupun Yahoo.   Pendapatan Benelab berasal dari setiap klik yang di-klik oleh pengguna yang mengunjungi website amal ini.  Pemasang iklan membayar Benelab supaya iklan mereka bisa ditampilkan setiap kali pengguna mencari suku kata yang berhubungan dengan produk dan jasa pelayanan yang ditawarkan.

Untuk mengembangkan usaha startup yang bersifat nirlaba ini, sebagi pendiri dan Direktur Utama, Jack Kim merekrut teman-teman sebangku sekolah di SMA sebagai eksekutif perusahaan, baik untuk jabatan operasi, hubungan masyarakat, pemasaran, sumber daya manusia, designer, dan lain sebagainya.  Tim kerja ini menghimbau pengguna Internet untuk mencoba mesin pencari Benelab dan sekaligus menyumbang untuk amal.  Anak-anak remaja ini juga memanfaatkan jaringan sosial Facebook dan Twitter untuk menyebarkan berita usaha ini dan mengajak pengguna menyukai kegiatan mereka.  Untuk membuktikan tujuan usaha ini, Benelab menulis selembar cek sejumlah $340 pada pertengahan bulan Mei lalu dan dikirim ke World Concern, yang mana cek ini akan dipakai untuk menyediakan alat bantu pendengaran kepada anak-anak di negara berkembang. Klik disini untuk menonton video lewat YouTube.

(Images: top, Benelab logo; middle, Benelab team)

Leave a comment