Sudah banyak situs web yang menyediakan alat agregasi untuk memilah berita dari seluruh penjuru dunia, tetapi sampai hari ini perusahaan yang sukses pun masih harus bergulat menyajikan berita yang menarik untuk kalangan pembaca. Bahkan perusahaan penerbitan berita (seperti surat kabar dan langganan majalah) kalang kabut untuk menjaga stabilitas usaha mereka karena semakin banyak pembaca yang membatalkan iuran langganan mereka. Sedangkan ide untuk menciptakan aplikasi ponsel pintar dan tablet komputer yang bisa dipakai sebagai alat agregasi berita sudah lama diluncurkan oleh Flipboard, Techmeme, Digg, dan lain sebagainya.
Baru-baru ini kembali muncul sebuah perusahaan startup bernama Prismatic yang mencoba di arena yang sama di dunia agregasi berita. Keunikan inovasi teknologi Prismatic bekerja sebagai mesin pintar yang menyerap informasi yang berasal dari jaringan sosial seperti Facebook, Twitter dan berbagai situs web untuk menemukan berita yang relevan bagi pembaca, berdasarkan topik dan publikasi. Dengan mengandalkan algoritma yang cerdas, Prismatic mengkategorikan setiap berita. Pengguna dengan mudah memilih berita berdasarkan topik yang disukai dengan menggunakan preferensi. Karena sering membaca berita tertentu dan lama-lama menjadi kebiasaan, maka algoritma cerdas mengerti sinyal dari aktivitas pengguna sehingga hanya menyajikan berita-berita dan konten yang relevan bagi pembaca.
Prismatic meluncurkan sebuah aplikasi untuk iPhone yang menyajikan berita dan konten sesuai dengan minat pengguna pada bulan Agustus 2012 dan kemudian memperbarui aplikasi ini untuk iPhone 5 akhir bulan September lalu, dimana aplikasi ini menerima sanjungan dari berbagai pihak baik pengguna maupun pengamat teknologi. Pada saat yang bersamaan Prismatic memperbaikan tata-cara mendaftar untuk mengkonsumsi dan berbagi berita melalui jaringan sosial, sehingga sekarang Prismatic sudah memungkinkan pembaca mendaftar dan kemudian berbagi melalui Twitter, Facebook, maupun lewat Google Plus. Kehadiran Prismatic memungkinkan pengguna jaringan sosial untuk mencari berita dalam bentuk berita lokal, berita dalam bentuk video, dan berita hangat maupun berita panas. Menurut wsj.com, Prismatic menargetkan pengguna dari kalangan profesional yang bekerja dan tinggal di kota-kota besar, berusia antara umur 20-an sampai 40-an.
Tidak heran investor di Silicon Valley pun ikut tertarik untuk menanam modal di perusahaan startup ini. Minggu ini berhasil menerima pendanaan sebesar $15 juta dollar untuk putaran pertama (Seri A) dari beberapa investor terkemuka. Dana segar berasal dari Accel Partners dan DST Global. Pendiri DST Global adalah investor terkenal Yuri Milner, keturunan Rusia, yang juga pemodal awal untuk jaringan sosial terbesar didunia Facebook. Walaupun Prismatic baru didirikan pertengahan tahun 2011 dan hanya didukung oleh 6 karyawan, startup ini sudah menerima total modal sejumlah $16,5 juta dollar.
(Images: top & middle, Prismatic homepage images)






























Leave a comment