Advertisements

Doctor On Demand: memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter berlisensi lewat aplikasi ponsel pintar dan tablet

Doctor-on-demand-logoApakah anda merasa tidak enak badan hari ini? Sakit perut atau sakit tenggorokan yang memerlukan perhatian dokter secara mendadak? Layanan terbaru dinamakan Doctor On Demand dapat menghubungkan pasien dengan dokter berlisensi yang menggunakan inovasi teknologi video.

Untuk berkonsultasi dengan dokter, ada cara yang sangat mudah dan sederhana, selama pasien memiliki perangkat seluler (ponsel pintar atau tablet) yang dijalankan dengan Apple iOS dan Google Android. Terlebih dahulu pasien harus men-download aplikasi untuk iPhone dan iPad, atau perangkat Android, sehingga memungkinkan mereka melakukan chatting jarak jauh melalui video.

Doctor-on-demandDokter yang bertugas dalam tim kerja Doctor On Demand dapat melakukan diagnosa, memberi resep obat dan saran. Dokter memberi saran sesuai dengan profesi mereka untuk membantu pasien mengambil langkah yang tepat. Malah dokter tidak segan-segan menganjurkan pasien melawat ke unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit, kalau seandainya pasien sudah dalam keadaan kritis dan memerlukan perhatian dan perawatan dokter lebih lanjut.

Jenis-jenis penyakit yang dapat diobati melalui layanan Doctor On Demand termasuk suhu badan terasa panas dingin seperti demam, gejala flu, batuk, dan alergi. Dokter juga membantu memberi resep sementara dan memberi ijin untuk isi resep ulang yang dapat dipesan ke apotik. Gejala penyakit lainnya termasuk infeksi saluran kemih, muntah, mencret, sakit mata, sakit gigi, infeksi telinga, gigitan serangga, cedera di tangan atau kaki.

Doctor On Demand diluncurkan pada tanggal 4 Desember 2013 dan sudah tersedia di 15 negara bagian di Amerika Serikat, seperti California, Florida, Georgia, Illinois, Indiana, Michigan, Mississippi, New Jersey, New York, North Carolina, Ohio, Pennsylvania, Texas, Virginia dan Washington.

Setiap kali ingin berkonsultasi dengan seorang dokter, maka pasien akan dikenakan biaya dan membayar $40 di muka. Doctor On Demand mengambil komisi sekitar 25 persen dari setiap transaksi ini. Sayangnya, pihak asuransi kesehatan belum bersedia mengganti ongkos ini. Pemungutan biaya $40 termasuk relatif murah, dibandingkan pasien yang memiliki asuransi dan biasanya mengunjungi dokter di klinik sudah dikenakan biaya co-pay sebesar $20.

Doctor On Demand didirikan di kota San Francisco. Startup ini sudah menerima pendanaan awal sejumlah $3 juta dollar dari kelompok investor yang dipimpin oleh investor papan atas seperti Andreessen Horowitz, Google Ventures, dan beberapa investor lainnya di Silicon Valley.

(Images: top right, Doctor On Demand logo; middle left, Doctor On Demand iOS app screenshot)

Advertisements

Trackbacks

  1. […] sudah mencoba menyediakan perawatan pasien on-demand dan jarak jauh, seperti Portea Medical, Pager, Doctor On Demand, dan lainnya. Sekarang, Circle Medical ingin mengikuti jejak startup yang sudah ada pasar, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s