Advertisements

California segera memperkenalkan undang-undang mewajibkan pabrik ponsel menyediakan teknologi ‘saklar mematikan’ (‘kill switch’)

california-flagTindakan kejahatan pencurian dan perampokan ponsel pintar (smartphone) semakin merajalela dan semakin keras di kota-kota besar di Amerika, seperti di San Francisco, Los Angeles, dan New York City. Untuk mengurangi ancaman tindakan kejahatan, Senator California dari kota San Francisco Mark Leno dan Jaksa George Gascon mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan memperkenalkan undang-undang baru dan segera mengambil tindakan preventif untuk menanggulangi wabah pencurian ponsel pintar di kota besar di Amerika. Gagasan dari para pejabat teras di California juga menerima dukungan penuh dari Jaksa Agung New York Eric Schneiderman.

Rancangan Undang-undang (RUU) di negara bagian California akan diperkenalkan secara resmi pada bulan Januari 2014. RUU ini mewajibkan pabrik ponsel pintar (seperti, Apple, Samsung, Motorola, BlackBerry, Nokia, HTC, LG, Sony) untuk menyediakan ‘saklar membunuh’ (‘kill switch’), yang mana saklar ini membuat ponsel tidak bisa dioperasikan lagi setelah dicuri oleh penjahat. RUU ini berharap pembuat ponsel segera memprioritaskan keselamatan pelanggan mereka.

iPhone-5s-Gold-box-inovasiBeberapa tahun terakhir ini, perusahaan raksasa Apple dan Samsung sudah mengembangkan inovasi teknologi semacam alat saklar untuk mematikan ponsel dan menghapus semua data didalam sebuah ponsel yang telah dicuri. Contohnya, Apple sudah merilis fitur ‘Activation Lock’ untuk perangkat yang dijalankan dengan iOS 7 yang dikenal dengan “Find my Phone” (fitur untuk melacak ponsel). Sedangkan saklar untuk mematikan ponsel seutuhnya dan tidak bisa dipakai lagi masih menerima tantangan dan hambatan dari semua operator seluler di Amerika, seperti AT&T, Verizon, Sprint, dan T-Mobile. Mereka enggan mengaktifkan fitur ini karena berbagai alasan, termasuk masalah melindungi privasi pemilik telepon dan risiko ponsel di-hacking oleh penjahat, dimana hacker dapat mengunci ponsel dari jarak jauh.

Akhir bulan November 2013, Asosiasi Wireless Internasional (CTIA) bekerja sama dengan Lembaga Telekomunikasi milik pemerintah Amerika (FCC), mengumumkan bahwa sistem database yang lengkap dan dapat menjangkau seluruh kepemilikan ponsel pintar di seluruh dunia sudah dapat dioperasikan. Database ini digunakan oleh para penegak hukum untuk melacak ponsel yang sudah dicuri di dalam negeri maupun di luar negeri. Malah database ini juga mencakup informasi untuk ponsel pintar generasi 4G/LTE.

Kemajuan teknologi dan ketergantungan manusia terhadap ponsel dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak negatif ketika penggunanya menghadapi ancaman keselamatan di tempat publik. Karena perangkat ponsel memiliki nilai jual yang tinggi, maka hal ini menciptakan pasar barang-barang curian. Kini sudah tiba waktunya para pemimpin yang sudah dipilih oleh rakyat duduk satu meja dan merumuskan RUU untuk melindungi mereka dari ancaman tindakan kejahatan. RUU baru yang diprakarsai oleh dua pejabat penting di California perlu disokong oleh operator seluler dan pabrik pembuat telepon genggam.

(Images: top right, California flag; middle left, iPhone 5S box photographed by Inovasi.com)

Advertisements

Trackbacks

  1. […] incaran bagi pencuri dan menyebabkan tindakan kejahatan pencurian dan perampokan perangkat seluler semakin meningkat di Amerika, terutama di kota-kota besar di California, seperti di San Francisco dan Los […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s