Advertisements

Organisasi sepak bola dunia (FIFA) sedang mempertimbangkan teknologi garis gawang (GLT) untuk memantau garis gol selama pertandingan sepak bola supaya wasit mengambil keputusan yang benar

Para pejabat dari organisasi sepak bola dunia (FIFA) akan melakukan pertemuan di kota Zurich minggu ini untuk mempertimbangkan penggunaan teknologi garis gawang (goal line technology/GLT).  Teknologi ini dipakai untuk memantau garis gol selama pertandingan sepak bola supaya wasit mengambil keputusan yang benar.  Pertemuan di Zurich sangat mendesak sejak berakhirnya turnamen Euro 2012 yang dimenangkan oleh tim Spanyol pada hari Minggu lalu.  Keputusan wasit sangat mengecewakan dalam salah satu pertandingan Euro 2012, antara regu Ukraina melawan regu Inggris pada tanggal 19 Juni lalu.   Meskipun bukti video menunjukkan bahwa bola yang ditendang oleh pemain Ukraina telah melewati garis gawang Inggris, akan tetapi wasit menganulir gol dari Ukraina.  Banyak pejabat teras FIFA, analis olahraga, pecandu bola, berpendapat bahwa sudah saatnya organisasi sepak bola dunia memanfaatkan teknologi komputer untuk memantau garis gawang supaya tidak terulang lagi keputusan pahit yang merugikan tim sepak bola dalam pertandingan penting.

Menurut berita yang dilansir dari website FIFA, organisasi ini sedang mempertimbangkan dua macam sistem yang berbeda untuk memantau garis gol selama pertandingan sepak bola.  Uji coba sudah dilakukan di Inggris, Jerman, Hungaria dan Italia selama sembilan bulan.  Yang pertama dikembangkan oleh Hawk-Eye Innovations.  Sistem ini sudah banyak dipakai dalam turnamen tenis. Sistem Hawk-Eye versi tenis, mengkombinasikan gambar dari 10 kamera yang berkecepatan tinggi dengan gambar virtual 3D untuk menyimpulkan posisi yang tepat letaknya bola setelah menyentuh tanah. Sedangkan untuk versi sepakbola, para peneliti mengusulkan untuk menggunakan hanya enam kamera dan dikombinasikan dengan perangkat lunak yang dilihat secara 3D untuk melacak letaknya bola.  Akan tetapi banyak pakar meragukan teknologi ini dan menilai bahwa peralatan dari Hawk-Eye sangat mahal, apalagi perusahaan ini dibawah naungan perusahaan Sony yang juga merupakan mitra Piala Dunia.

Sistem yang kedua dikembangkan oleh GoalRef yang menggunakan bantuan magnetik untuk mendeteksi letaknya bola.  Sistem ini memasang sensor elektronik di setiap bola dan juga memasang magnetik di tiang gawang untuk mengetahui persisnya letak bola.  Teknologi ini memiliki kecepatan sepersepuluh detik untuk mengetahui posisi bola setelah melewati garis gawang yang mana kemudian mengirim isyarat ke wasit melalui jam tangan setelah pemain telah mencetak gol.  Kelemahan GoalRef adalah alat ini tidak bisa memberikan bukti dalam bentuk gambar, akan tetapi peralatan ini jauh lebih murah dan terjangkau oleh pemilik stadion sepak bola.

Hampir pasti pertemuan di Zurich minggu ini akan membuahkan hasil dengan keputusan yang menyetujui sistem yang mana yang akan dipakai, entah Hawk-Eye atau GoalRef.  Bagi pecandu bola, kegagalan wasit untuk memberikan keputusan yang benar sudah merupakan masa lalu, teknologi garis gawang akan mengobati sakit hati yang selama ini terpendam dan GLT diperkirakan sudah dipergunakan di turnamen akbar akhir tahun 2012 ini.

(Images: top, FIFA goal line technology; middle right, Euro 2012 logo)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s