Advertisements

YouTube akan membiarkan pemegang merek memakai jasa pihak ketiga untuk memverifikasi iklan yang ditonton pemirsa

YouTube-logoAnggaran pemasaran biasanya mencapai sekitar 30 persen dari omzet perusahaan setiap tahun. Tidak heran para pemasar mengambil langkah-langkah penting dalam hal pengukuran pengunjung situs web dan aplikasi mobile, supaya dapat mengetahui pengembalian modal (ROI). Namun perkembangan inovasi teknologi iklan melalui video semakin maju, sehingga pemasar merasa ketinggalan menggunakan metode pengukuran yang tepat.

Salah satu pemain utama di dunia iklan melalui video adalah YouTube. Anak usaha perusahaan raksasa mesin pencari Google hanya menggunakan alat-alat pengukuran milik sendiri. Ganjalan utama yang dihadapi pemasar yang memasang iklan di YouTube yaitu Google belum mengijinkan pengukuran independen dari pihak ketiga.

YouTube-adsAda berbagai alasan menghambat masuknya perusahaan pengukuran independen. Pertama, penggunaan tag dari luar dapat memperlambat tayangan video. Kedua, cara pengukuran masih belum standar, misalnya tayangan harus ditonton selama dua detik berturut-turut. Ketiga, banyak pemilik konten khawatir atas risiko penyusupan pihak asing yang mencuri data pengguna yang bersifat privasi.

Menurut FT.com, akhir tahun 2015 ini YouTube akan memperbolehkan pemegang merek memakai jasa pihak ketiga untuk pengukuran pengunjung situs web dan aplikasi mobile. Alat-alat pengukuran dari beberapa penyedia terkemuka, seperti comScore, dapat memverifikasi iklan yang ditonton oleh pemirsa.

YouTube terpaksa mengikuti keinginan pemegang merek, karena ada beberapa perusahaan pemasang iklan terkemuka berhenti membeli iklan, karena mereka merasa membelanjakan uang besar untuk iklan video tapi belum tentu ditonton oleh pemirsa. Bahkan ada beberapa studi menyatakan bahwa hanya separuh iklan yang ditayangkan di jaringan pendukung YouTube yang ditonton. Sedangkan iklan yang dipasang di situs YouTube cenderung dilihat oleh lebih dari 90 persen pemirsa.

YouTube sedang menghadapi persaingan ketat dengan jaringan sosial Facebook untuk memperebutkan uang iklan dari pemasar-pemasar merek besar. Kini sudah tiba waktunya YouTube membuka peluang bagi pihak ketiga memverifikasi iklan yang ditonton oleh pecinta video online. Pengukuran iklan video oleh pihak ketiga akan memberikan gambaran lebih jelas bagi pemasang iklan. Pemasar ulung dapat segera memutuskan untuk membelanjakan anggaran pemasaran di channel video, atau berhenti memasang iklan secepatnya.

(Images: top right, YouTube logo; middle left, Advertise Launch Ad)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s