Advertisements

Facebook menjalin kemitraan dengan jaringan sekolah umum, untuk membangun perangkat lunak pendidikan secara gratis

Kalau pemerintah secara nasional dan lokal berusaha memotong anggaran pendidikan, maka sebaliknya perusahaan teknologi terus mencoba cara baru untuk mendidik anak-anak generasi baru. Sudah ada beberapa eksekutif perusahaan teknologi raksasa yang menaruh perhatian istimewa untuk membangun dunia pendidikan supaya dapat menunjang bakat-bakat dan ketrampilan masa depan.

Elon Musk pendiri perusahaan mobil listrik Tesla membangun sebuah sekolah dasar Ad Astra di kota Los Angeles untuk membekali siswa sekolah dasar dengan ketrampilan khusus. Mantan eksekutif Google Max Ventilla menyediakan sekolah dasar keahlian AltSchool di kota San Francisco. Microsoft memberikan perangkat lunak Office 365 kepada puluhan ribu sekolah-sekolah secara gratis. Microsoft juga menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri (misalnya, Tiongkok) untuk meluncurkan program pascasarjana GIX dengan tujuan mengembangkan inovasi teknologi.

Pendiri perusahaan jaringan social Facebook Mark Zuckerberg sedang memperjuangkan metode baru untuk merubah system pendidikan dasar menjadi sekolah unggulan. Tidak heran Zuckerberg berani menghibahkan ratusan juta dollar kepada sekolah-sekolah publik di Amerika yang gagal, kemudian menjadi sekolah teladan. Malah Zuckerberg memberikan beasiswa kepada siswa-siswa yang tidak mampu dan tidak berdokumen sah tinggal di Amerika.

Facebook menjalin kemitraan dengan sekolah umum Summit di negara bagian California. Satu tim ahli pendidikan dan insinyur dari Facebook sedang mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk membangun perangkat lunak yang dapat menunjang pembelajaran secara pribadi. Setelah berhasil menciptakan metode pendidikan ini, maka Facebook akan menghibahkannya kepada sekolah-sekolah lain secara gratis.

Facebook-Personalized-Learning-Plan-pendidikan-inovasiMetode pendidikan baru ini dinamakan Personalized Learning Plan (atau PLP). Dengan bantuan perangkat lunak PLP, maka siswa dapat mengejar ambisi, belajar dengan kecepatan dan kemampuan setiap individu. Siswa belajar berbagai mata pelajaran secara online, mengambil tes secara online, kemudian guru membimbing di dalam kelas, atau melakukan proyek secara kolaborasi.

Sepanjang tahun ajaran 2014 lalu, lebih dari 2.000 siswa dan 100 guru di sekolah Summit sudah menggunakan perangkat lunak ini. Selanjutnya pada tahun ajaran 2015 ini, Summit akan menjalin kemitraan dengan sekolah-sekolah umum lain yang ingin mencoba metode pendidikan ini. Pada kesempatan yang sama, tim ahli Facebook akan menerima umpan balik yang dapat dipakai untuk meningkatkan metode ini.

Para eksekutif Facebook ingin menenangkan masyarakat dan dunia pendidikan dalam hal privasi. Dalam sebuah blog post, Chris Cox, Chief Product Officer Facebook, menyatakan bahwa raksasa jaringan social akan memperketat penjagaan privasi pengguna perangkat lunak PLP dan melindungi semua data siswa.

Dengan kantong tebal, Facebook sudah mengambil langkah penting untuk memperbaiki system pendidikan di Amerika. Facebook membekali siswa-siswa sekolah dasar dengan ketrampilan khusus dan memicu ambisi, supaya generasi yang akan datang dapat mempertahankan kejayaan inovasi teknologi di negara adikuasa ini.

(Image: middle, Facebook’s Personalized Learning Plan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s