Sehari setelah perayaan Paskah di Amerika Serikat, jejaring sosial terbesar didunia Facebook mengakuisisi Instagram, sebuah aplikasi untuk mengambil, membagi dan menukar foto-foto khusus untuk dipakai lewat perangkat telepon pintar. Pada mulanya sejak diluncurkan bulan Oktober 2010, Instagram hanya boleh dipakai di sistem operasi Apple iOS (iPhone, iPad, iPod) yang mana aplikasi ini sudah mendaftarkan lebih dari 30 juta pengguna. Kemudian awal bulan April 2012, startup yang berbasis di kota San Francisco ini meluncurkan aplikasi untuk sistem operasi Google Android (contohnya, Samsung Galaxy). 12 jam pertama sejak peluncuran aplikasi Android, diperkirakan satu juta pengguna mendaftarkan diri dan mendownload aplikasi ini ke telepon pintar yang memakai sistem operasi buatan mesin pencari terbesar didunia. Para pengguna boleh mendowload aplikasi ini melalui toko aplikasi Apple iTunes dan Google Play.
Kelebihan Instagram antara lain memiliki fitur yang disebut “filter” (saringan) yang memberikan kemudahan untuk pengguna aplikasi ini memodifikasi foto dengan efek terlihat secara jernih maupun kusam seolah-olah foto sudah pudar dan tua. Instagram juga memberikan kebebasan untuk pengguna memposting foto mereka di jaringan sosial apa saja, termasuk jaringan sosial Instagram sendiri, Facebook, Twitter, Tumblr, dan lain sebagainya, supaya peminat foto bisa memberi komentar terhadap foto dan saling mengajak pemasang foto dan pemberi komentar untuk berteman di jaringan sosial lainnya.
Facebook berani membayar harga lebih tinggi untuk akuisisi ini walaupun para ahli investasi mempekirakan nilai perusahaan ini hanya berkisar $500 juta awal minggu lalu. Harganya melonjak ketika CEO Facebook Mark Zuckerberg menghubungi pendiri Instagram Kevin Systrom, dan akhirnya disepakati harga jual perusahaan startup yang berusia kurang dari 2 tahun ini sekitar $1 milyar dalam bentuk uang tunai dan saham Facebook. Transaksi sebesar ini sudah disetujui oleh para pemegang saham, tetapi masih menunggu pengesahan dari pihak berwenang di Amerika dan diharapkan berpindah tangan pada akhir bulan Juni ini.
Kenapa Facebook mengakuisisi Instagram begitu cepat dan berani membayar harga mahal? Didinding pendiri Facebook, Mark Zuckerberg menulis “…memberikan pengalaman membagi-bagikan foto merupakan salah satu alasan kenapa banyak orang mencintai Facebook dan kami tahu akan bernilai lebih tinggi jika kedua perusahaan bisa bermitra.” Alasan lain termasuk keinginan Facebook untuk menaikkan nilai perusahaan ini sebelum menjadi perusahaan terbuka (IPO). Facebook diperkirakan akan melakukan penawaran umum perdana sejumlah $5 milyar di pasar Nasdaq dalam waktu beberapa bulan lagi. Investor sudah memastikan nilai perusahaan ini diperkirakan mencapai $100 milyar, maka Facebook boleh menjadi salah satu IPO terbesar sepanjang masa di Wall Street.
Siapa saja yang akan menjadi jutawan dengan penjualan Instagram? Menurut majalah wired.com, pendiri dan CEO Kevin Systrom memiliki 40 persen saham dan akan bernilai $400 juta. Temannya sebagai pendiri kedua, Mike Krieger memegang saham sekitar 10 persen dan bernilai $100 juta. Penyedia modal ventura awal yaitu Benchmark Capital memiliki 18 persen saham dengan nilai $180 juta. Penyedia modal lainnya termasuk Andreessen Horowitz dan Ventures Baseline, keduanya masing-masing memiliki 10 persen saham dengan nilai $100 juta per perusahaan. Sisanya 10 persen saham akan dibagi-bagikan oleh 13 karyawan yang sudah bekerja di Instagram selama lebih kurang 2 tahun.
(Images: left, Facebook thumb up; right, Instagram logo)
































[…] mengambil foto lewat ponsel pintar berkembang sangat pesat sejak awal tahun 2012 sampai akhirnya Facebook mengakuisisi Instagram pada bulan April dengan harga penawaran mencapai $1 miliar dollar. Kemudian pada akhir bulan bulan […]